Breaking News:

KIT Batang Bakal Serap Ribuan Tenaga Kerja, Pemkab Siapkan Aplikasi Data Base Pencari Kerja

Adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang digadang-gadang akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Adanya Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang digadang-gadang akan menyerap ribuan tenaga kerja.

Bupati Batang Wihaji telah menyiapkan poin terpenting keoada Pemerintah Pusat bahwa di KIT Batang harus melibatkan tenaga kerja warga Batang.

Untuk itu, Pemkab Batang menargetkan mampu menyajikan data base pencari kerja asal daerah setempat pada akhir tahun 2020 untuk memenuhi kebutuhan ribuan tenaga kerja di KIT Batang.

"Saat ini masih tahap persiapan yang bekerjasama debgab Undip luntuk membuat aplikasi lowongan kerja," tutur Bupati Wihaji, Kamis (3/9/2020).

Wihaji menjelaskan dalam aplikasi tersebut nantinya terlihat spesifikasi keahlian pencari kerja, dan berapa tenaga kerja yang hanya lulusan SMA atau tidak punya keahlian.

"Dengan sistem aplikasi ini tidak harus ada yang bawa, akan terlihat kebutuhan perusahaan dan gajinya pun akan terlihat, karena semua perusahaan yang buka di Batang harus melaporkan ke Pemkab Batang berapa kebutuhan tenaga kerjanya," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Batang, Suprapto mengatakan saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan data para pencari kerja asal Batang.

Untuk mendapatkan data para pencari kerja asal Batang, Disnakertrans memanfaatkan sumber data yang ada, yakni data dari AK1 (Kartu Pencari Kerja), dari desa 19 SMK di Kabupaten Batang, dan publikasi online.

“Untuk AK1, kita sudah dapat angka 1.257 orang, yang terkumpul sejak bulan Januari hingga Juli 2020.

Sedangkan untuk data dari desa, yang sudah disebar formulirnya dua bulan lalu, baru terkumpul 85 persen saja atau sekitar 6.656 orang karena masih ada kecamatan yang belum mengumpulkannya,” jelasnya.

Semua data yang diperoleh dari empat sumber itu akan diolah terlebih dahulu, agar tidak terjadi double data.

Dalam pengolahan data itu, pihaknya akan melibatkan Diskominfo, BPS Batang, Bapelitbang, DPMPTSP, BPKPAD, dan Disnakertrans.

"Hasil olahan data inilah baru menjadi data base pencari kerja, artinya dari situ bisa diketahui potensi yang dimiliki setiap pencari kerja, baik dilihat dari tingkat pendidikan formal maupun nonformal juga keterampilan dan pengalaman kerja yang sudah dimiliki oleh pencari kerja,” terangnya.

Disnakertrans juga akan membuat aplikasi untuk dijadikan sebagai wadah bagi data base pencari kerja.

“Aplikasi pencari kerja ini untuk menjembatani antara perusahaan dan pencari kerja, akhir tahun nanti, data base kita targetkan sudah selesai,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved