Breaking News:

Pegadaian Area Semarang Catatkan Peningkatan Transaksi Gadai Emas dan Tabungan Emas

Transaksi emas di PT Pegadaian (Persero) mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan harga emas.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kepala Departemen Produk Gadai Area Semarang PT Pegadaian (Persero), Eko Danarto saat ditemui Tribun Jateng di kantornya, Kamis, (3/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Seiring dengan kenaikan harga emas beberapa waktu terakhir ini yang telah mencapai lebih dari Rp 1 juta per gramnya, turut mempengaruhi transaksi emas di PT Pegadaian (Persero) yang juga mengalami peningkatan. 

Kepala Departemen Produk Gadai Area Semarang PT Pegadaian (Persero), Eko Danarto, menuturkan ditengah masa pandemi ini, Pegadaian Area Semarang mengalami peningkatan untuk transaksi emas baik untuk layanan gadai emas maupun tabungan emas melalui aplikasi Pegadaian Digital. 

“Melihat situasi pandemi ini banyak masyarakat yang membutuhkan dana berlebih, hal ini menyebabkan transaksi gadai emas meningkat. Sementara untuk tabungan emas sendiri meningkat karena harga emas yang semakin hari semakin tinggi, banyak sekali masyarakat yang memilih untuk menginvestasikan tabungannya dalam bentuk tabungan emas,” ujar Eko kepada Tribun Jateng, Kamis, (3/9/2020). 

Untuk Pegadaian Area Semarang, Eko mengungkapkan kenaikan transaksi gadai emas yang dilakukan masyarakat terjadi sejak bulan Juli lalu ketika harga emas mulai menyentuh di angka Rp 1 juta per gram. Dengan kenaikan harga emas ini, maka taksiran emas yang diberikan Pegadaian kepada masyarakat juga naik. Hal inilah yang menyebabkan transaksi gadai emas meningkat. 

“Kenaikan transaksi gadai emas sejak bulan Juli lalu berkisar sekira 30 persen,” terangnya. 

Adapun Eko menuturkan untuk transaksi gadai emas memiliki target hingga akhir tahun sebesar 35 persen. Melihat fenomena kenaikan harga emas yang terjadi saat ini, pihaknya optimis hingga akhir tahun dapat mencapai target tersebut. 

Dengan adanya kenaikan transaksi gadai, hal ini menyebabkan pula kenaikan jumlah nasabah gadai sekira 20 persen. Berdasarkan data hingga 31 Agustus 2020, Eko menambahkan, jumlah nasabah gadai untuk area Semarang yang meliputi Kendal sampai Salatiga telah mencapai 187.250 nasabah.

“Selain gadai emas, gadai barang gudang juga banyak dilakukan masyarakat seperti menggadaikan mobil, sepeda motor, laptop dan sebagainya. Namun jumlahnya tidak sebanyak gadai emas, yang mencapai 95 persen dibandingkan gadai barang gudang,” paparnya.

Sementara itu, untuk kenaikan transaksi layanan tabungan emas melalui aplikasi Pegadaian Digital dikatakan Eko terlihat dari jumlah nasabah tabungan emas hingga 31 Agustus 2020 sebanyak 88.533, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) yakni sebanyak 49.096 nasabah. 

“Melihat harga emas yang terus naik ini, animo masyarakat untuk menggunakan layanan tabungan emas ini sangatlah tinggi. Dilihat dari banyaknya masyarakat yang mengkonversikan tabungannya ke dalam bentuk tabungan emas, seperti ada yang langsung menabung hingga Rp 100 juta, bahkan ada yang lebih,” tandasnya. (*)
 

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved