Breaking News:

Berita Pekalongan

Suami yang Bakar Anak dan Istri di Pekalongan Meninggal Dunia, Polisi Hentikan Penyidikan

Tersangka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pembunuhan berencana istri dan anaknya sendiri, Amir (35), akhirnya meninggal dunia di RSI Pekajanga

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Tersangka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pembunuhan berencana istri dan anaknya sendiri, Amir (35), akhirnya meninggal dunia di RSI Pekajangan, Kamis (3/9/2020) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB.

Adanya kejadian hal tersebut, Polisi akhirnya memberhentikan proses kasus ini dan mengeluarkan Surat Penghentian Penyelidikan Perkara (SP3).

"Tersangka pembakaran istri dan anak di Bojong sudah meninggal dunia, maka penyidikan untuk kasus ini dihentikan," kata Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko kepada Tribunjateng.com.

Inilah Sosok Pemuda Mabuk yang Pukuli Mbah Hasyim Hingga Berdarah-darah di Jalan Pemuda Semarang

Rano Karno Ungkap Joroknya Lydia Kandou: Nih Perempuan Paling Koboi

Lokasi Jualan Dipindah, PKL di Tegal Malah Selametan dan Arak-arakan Gerobak

Terjawab Teka-teki Pendamping Petahana Bupati Rembang Abdul Hafidz: Anak Almarhum KH Cholil Bisri

Kemudian untuk proses pemakaman, rencananya akan dimakamkan di Desa Karangsari.

"Hari ini rencananya di makamkan, tapi masih menunggu dari keluarga tersangka yang berada di Kediri," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah menjalani perawatan selama 5 hari di RSI Pekajangan, Amir (35) tersangka pembakaran anak dan istri di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2020) pagi dinyatakan meninggal dunia.

Hal tersebut diungkapkan, Menenger Pelayanan Medis RSI Pekajangan dr Margono.

"Betul mas meninggal dunia, pukul 06.30 WIB," kata dr Margono kepada Tribunjateng.com

Menurutnya, sebelum meninggal dunia pasien dalam kondisi sudah membaik.

"Pasien sebelum meninggal dunia sudah bisa diajak komunikasi," ujarnya.

Dr Margono mengungkapkan, pasien mengalami luka bakar tingkat tiga dengan kondisi lukanya 80 persen.

"Pasien mengalami luka bakar di daerah punggung, tangan, dan kaki," ungkapnya. (Dro)

Serikat Buruh di Kota Semarang Minta Pandemi Covid-19 Bukan Alasan UMK 2021 Tak Ada Kenaikan

Dewan Pendidikan Provinsi Jateng Sebut Belajar Praktik Tingkat SMK Bisa Digelar Tatap Muka

Sido Muncul Belum Ada Rencana Ciptakan Obat Covid-19

Beredar Hoaks Ada Pawai Tim Hendi Sepanjang Tugu Muda Menuju Tempat Pendaftaran, Ini Kata Petahana

 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

 

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved