Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Tanam Bibit Bawang Putih dengan Teknologi Ultrafine Bubbles, Memangkas Waktu Sampai 3 Minggu

Salah satu kendala produksi umbi benih bawang putih adalah waktu Dormansi yang relatif lama yaitu sampai 6 bulan

Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto proses penanaman bibit bawang putih Sangga Sembalun dengan mengunakan teknologi Ultrafine Bubbles, Rabu (2/9/2020) kemarin, di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Salah satu kendala produksi umbi benih bawang putih adalah waktu Dormansi yang relatif lama yaitu sampai 6 bulan.

Maka dari itu, Bank Indonesia Tegal terus berupaya untuk mengatasi masalah tersebut, dengan bantuan teknologi bernama Ultrafine Bubbles yang bisa menyingkat waktu Dormansi hanya 3 bulan bahkan 3 minggu.

Hal tersebut, disampaikan oleh Kepala KPw BI Tegal, Taufik Amrozi, saat menghadiri acara panen bawang putih double Chromosome, sekaligus kegiatan penanaman bibit bawang putih Sangga Sembalun, Rabu (2/9/2020) di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Taufik mengungkapkan, kegiatan penanaman bibit bawang putih ini, sebagai bentuk suport BI untuk meningkatkan kualitas bawang putih petani dengan menambah sentuhan teknologi pertanian.

Maka dari itu, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, menggunakan teknologi Ultrafine Bubbles supaya hasil bawang putih jauh lebih bagus lagi.

"Selama ini Dormansi umbi bawang putih tidak bisa langsung ditanam, karena paling tidak membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Maka dengan cara memanfaatkan teknologi Ultrafine Bubbles ini, harapannya bisa mempercepat dormansi hanya 3 bulan atau bahkan 3 minggu saja.

Jadi lebih menghemat waktu, efisien, dan sudah pasti menghemat biaya produksi," Jelas Taufik, pada Tribunjateng.com, Rabu (2/9/2020) kemarin.

Taufik menegaskan sekali lagi, semua bentuk suport yang pihaknya berikan tujuan utamanya tetap satu, yaitu jangan sampai bawang putih produksi sendiri kalah dengan bawang putih impor.

Seperti yang sudah Taufik jelaskan pada berita sebelumnya, bahwa hampir 600 ribu ton kebutuhan bawang putih nasional, 95 persen nya adalah impor. Jadi bayangkan saja berapa triliun uang yang dihasilkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved