Breaking News:

Pilkada Kendal 2020

Gerindra Ngotot Dukung Mirna Maju Pilkada Kendal 2020

Gerindra belum lempar handuk untuk tetap mengusung petahana Bupati Kendal, Mirna Annisa dalam Pilkada Kendal 2020.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Mirna Annisa saat mengikuti kegiatan RT RW di Kecamatan Limbangan, Selasa (10/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gerindra belum lempar handuk untuk tetap mengusung petahana Bupati Kendal, Mirna Annisa pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 serentak.

Padahal, Gerindra sendiri tidak bisa mengusung secara mandiri pasangan calon karena hanya memiliki enam kursi di DPRD Kendal. Sedangkan syarat jumlah minimal untuk bisa mengusung paslon memiliki 9 kursi partai politik atau gabungan parpol.

Selain Gerindra, saat ini yang belum memutuskan untuk mengusung pasangan calon yakni Partai Nasdem. Meskipun demikian, jika Gerindra dan Nasdem berkoalisi, tetap saja tidak bisa mengusung Mirna.

Koalisi keduanya hanya mampu mengoleksi delapan kursi (Gerindra 6 kursi dan Nasdem 2 kursi).

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menuturkan akan berusaha semaksimal mungkin agar petahana Mirna bisa maju pada pilkada tahun ini.

"Kami merasa punya kader sendiri yakni Mirna di Kendal. Kami akan maksimal berusaha. Dalam politik tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi," kata Sriyanto kepada Tribun Jateng, Jumat (4/9/2020).

Menurutnya, pendaftaran paslon pada pilkada berlangsung selama tiga hari dan hari terakhir pada 6 September pukul 24.00 WIB. Artinya, masih banyak waktu yang bisa dilakukan agar Mirna bisa melenggang.

"Berbagai dinamika politik bisa terjadi. Kami tetap ikhtiar Mba Mirna maju. Memang kalkulasi politik hitam di atas putih kurang (kursi). Tapi tentunya, mari sama- sama lihat. Dari sisi partai tetap berusaha," tandasnya.

Ketika ditanya kemungkinan akan berkoalisi dengan partai apa, ia menyebutkan tidak bisa menyampaikannya. Ia berpendapat masih ada peluang meskipun partai pemilik kursi di DPRD sudah merapat ke pasangan calon lain yang merupakan rival Mirna.

PDIP (10 kursi) berkoalisi dengan PPP (5 kursi) mengusung Tino-Mustamsikin. Sedangkan koalisi Golkar (3 kursi), Demokrat (3 kursi), PAN 3 (3 kursi), PKS (2 kursi), Perindo (1 kursi) mengusung pasangan Dico Ganinduto-Basuki.

"Saya punya pengalaman lima tahun yang lalu, ada perubahan rekomendasi. Itu bisa terjadi. Tapi kami tidak berandai- andai," ujarnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, komunikasi intensif terus dilakukan pihaknya di lapangan. Lobi politik juga dilakukan dengan siapapun.

"Kami berusaha maksimal agar Mirna bisa maju," imbuhnya.

(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved