Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Tinjau Kesiapan Museum Situs Semedo Kabupaten Tegal, Bupati Umi: Tinggal Penyempurnaan

Museum yang berlokasi di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal ini, berdiri di atas lahan seluas 10.582 meter persegi

Bertahap Pemerintah Kabupaten Tegal memperbaiki jalan atau akses menuju ke museum Semedo, tepatnya dari arah Balamoa sampai ke sigentong sekitar tahun 2016 dialokasikan dana sebesar Rp 17 miliar.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pak Dakri, Durman, Nardi, Ansori dan semua yang terlibat, karena sudah bekerja keras menemukan situs Semedo (fosil) dan kemudian menyerahkan penemuan tersebut ke Pemerintah Republik Indonesia. Dengan adanya situs ini, menjadi sarana pengetahuan bagi anak-anak kedepan," ungkapnya.

Direncanakan buka pada tahun 2021, maka Bupati Umi menyampaikan, masih ada waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dirasa masih kurang.

Sehingga pada waktunya nanti diresmikan dan dibuka untuk umum, semuanya sudah siap tanpa ada kendala apapun.

"Pada kesempatan ini saya juga berpesan kepada pak Camat dan Kades untuk benar-benar mengawal proses pembangunan museum Semedo ini. Tidak lupa saya juga mengingatkan masalah sampah yang masih saya lihat berserakan di pinggir jalan, terutama di daerah Kebandingan karena jalan tersebut merupakan jalur utama menuju lokasi museum. Kalau masih seperti ini, saya yakin akan mengganggu kenyamanan pengunjung," tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Albertus Nikko menambahkan, jika dibandingkan penemuan fosil yang ada di Museum Semedo dengan yang ada di Museum Sangiran, menurut Nikko semuanya hampir sama, namun perbedaan terletak di kronologis pengangkatan pulaunya.

Selain itu, fosil yang pihaknya pindahkan dari penemuan masyarakat ke museum Semedo memang belum semuanya.

Baru fosil yang ditemukan oleh pak Dakri saja, jumlahnya sekitar 3.100 fragmen fosil. Nah beberapa penemuan lainnya belum dimasukkan ke museum.

"Karena Museum ini kurang finishing dan pengisian fosil saja, jadi kami optimis tahun 2021 sudah bisa dibuka untuk umum. Ya sudah sekitar 90 persen pengerjaannya," imbuh Nikko. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved