Breaking News:

Virus Corona Jateng

Penjual Bubur di Solo Meninggal karena Corona, Sempat Hadiri Pertemuan Keluarga di Purwokerto

Itu dilakukan sebelum pasien menghembuskan napas terakhirnya pasca dirawat di rumah sakit rujukan

kompas.com
Petugas pemakaman kubur jenazah Covid-19 menggunakan tangan. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pengurus Gereja Paroki Santo Paulus Kleco mengimbau umat pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 untuk sementara waktu tidak mengikuti kegiatan gereja, termasuk misa mingguan.

Itu menyusul adanya seorang warga berinisial W asal Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar meninggal dunia akibat Covid-19.

Romo Paroki Santo Paulus Kleco, Romo Emanuel Nuwa MSF mengatakan keputusan itu diambil untuk kepentingan bersama.

Kembali Terlibat Kasus Narkoba, Ini 5 Fakta Reza Artamevia, Dulu Ditangkap Bersama Guru Spiritual

Pecah, Tangis Zaskia Sungkar dan Irwansyah Nangis Melihat Hasil Tes Pack: 10 Tahun Akhirnya. . .

Akun Instagram Lenyap, Lutfi Agizal Sebut Semua Timnya Anak Yatim

Biodata Reza Artamevia 2 Kali Ditangkap Terkait Narkoba

"Umat yang berada di wilayah pasien diimbau untuk karantina mandiri 14 hari tidak boleh ke gereja dulu," kata Emanuel kepada TribunSolo.com, Sabtu (5/9/2020).

"Semua umat wilayah tidak boleh terlibat dulu kegiatan gereja," tegasnya.

Umat yang pernah kontak dekat dan erat dengan pasien, lanjut Emanuel, diharapkan menjalani uji rapid test.

"Kita mengimbau setiap orang yang pernah kontak dengan beliau di-rapid test," ucap Emanuel.

Sempat Hadiri Pertemuan Keluarga

Sebelumnya, pasien Covid-19 yang meninggal dunia berinisial W asal Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar sempat melakukan pertemuan keluarga.

Itu dilakukan sebelum pasien menghembuskan napas terakhirnya pasca dirawat di rumah sakit rujukan.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved