Breaking News:

Gita Produksi Sabun dan Parfum Racikan Laris Manis di Kendal

Melihat keperluan rumah tangga seperti sabun dan pembersih lantai makin banyak dibutuhkan, membuat Gita (31) warga Kendal tangkap peluang tersebut.

tribunjateng/mahasiswa UIN Magang
Gita Produksi Sabun dan Parfum Racikan Laris Manis di Kendal 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL – Melihat keperluan rumah tangga seperti sabun dan pembersih lantai makin banyak dibutuhkan, membuat Gita (31) warga Kendal tangkap peluang tersebut. Gita yang merupakan alumni Undip Semarang, membuat usaha produksi sabun dan pembesih lantai.

Dia mulai membuat meracik sendiri sabun dan pembersih, sejak awal tahun 2020. Produk yang ia buat diantaranya, sabun cuci piring, sabun liquid matic, pelicin, pengharum pakaian, parfum loundry dan masih banyak lagi produk yang lainnya. Dia namai produk itu "Magic" yang bermakna bisa membuat peralatan yang kotor jadi bersih.

"Saya melakukan usaha ini belum mengambil karyawan. Cuma dibantu oleh istri saya di rumah," tutur Gita, pada Kamis 20 Agustus silam.

Dalam memproduksi sabun dan bahan pembersih keperluan rumah tangga, Gita melakukannya dengan cara manual. Sedangkan bahan-bahan yang dibutuhkan, dibeli dari beberapa distributor. Seperti botol-botol yang digunakan untuk kemasan sabun dan pembersih didapatkan dari distributor Semarang dan Malang. Sedangkan bahan-bahan dasarnya dibeli dalam kondisi mentah dari Semarang kemudian diolah sendiri.

Penjualannya dibantu oleh para tetangga terutama ibu-ibu yang menggunakan produknya. Tak hanya itu, teman-teman salesnya pun ikut membantu mempromosikan sehingga distribusinya sudah sampai ke Kendal dan sekitarnya.

Media online dia manfaatkan untuk mempermudah penjualan dan distribusi antara lain Shoope, Instagram, Facebook dan media sosial lainya. Harga yang ia tawarkan pun cukup terjangkau. Semua produk buatannya laris manis, antara lain sabun cuci piring, sabun liquid, pelicin, pengharum ruangan, parfum laundry, dan lain-lain. Usaha yang terbilang masih baru ini, kini sudah beromzet kisaran Rp 10 juta per bulan.

Kualitas dan keunggulan produk yang dibuat oleh industri rumahan ini tidak kalah dengan produk-produk ternama. Seperti kelebihan dari produk sabun cuci piring yang lebih irit dan lebih kental, serta parfum laundry yang wanginya dapat bertahan lebih lama. Gita berharap ibu-ibu rumah tangga membeli produk buatan lokal, pemuda-pemudi di kabupaten setempat.

Gita mengungkapkan saat ini permintaan pasar sangat tinggi, hingga dia kuwalahan karena modal terbatas. "Saya mengharapkan agar masyarakat membeli produk lokal dari Kota Kendal sendiri dan pemerintah dapat memberikan modal usaha sehingga usaha ini semakin berkembang dengan pesat," harap Gita. (Mahasisiwa UIN Walisongo Magang Jurnalistik di Tribunjateng.com/Laily Qodriyati dan Fuad Nasrullah).

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved