Breaking News:

Multifinance Ramai-ramai Cari Pendanaan lewat Penerbitan Obligasi

Multifinance merupakan satu bisnis yang paling terdampak covid-19, terutama dengan seretnya likuiditas akibat pembatasan pembiayaan oleh perbankan.

tribunjateng/dina indriani
ILUSTRASI - penjualan mobil bekas 

JAKARTA, TRIBUN - Perusahaan multifinance ramai-ramai menerbitkan obligasi pada periode Agustus-September 2020 guna memperkuat permodalan, sekaligus menggenjot pembiayaan di sisa tahun ini.

Seperti diketahui, multifinance merupakan satu bisnis yang paling terdampak covid-19, terutama dengan seretnya likuiditas akibat pembatasan pembiayaan oleh perbankan sebagai efek pandemi.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat lima multifinnace yang tertarik menerbitkan obligasi dalam periode tersebut, meliputi WOM Finance, AB Sinar Mas Multifinance, Astra Sedaya Finance, BFI Finance, dan Mandiri Tunas Finance (MTF).

WOM Finance menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III WOM Finance Tahap IV Tahun 2020 dengan membidik dana Rp 500 miliar. Masa penawaran surat utang tersebut berlangsung pada 3-7 September 2020.

Direktur Keuangan WOM Finance, Zacharia Susantadiredja menyebut, dana penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk mendukung pembiayaan baru dan kebutuhan modal kerja di kuartal IV/2020.

"Selama masih ada permintaan di market dan harganya baik, WOM Finance pasti menerbitkan obligasi minimal dua kali dalam setahun," katanya, pekan lalu.

Dari penerbitan obligasi itu, dia menambahkan, perusahaan masih buka peluang menerbitkan obligasi kembali dengan mempertimbangkan dari sisi kebutuhan dana, kondisi market, hingga suku bunga obligasi.

Mandiri Tunas Finance sudah lebih dulu menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2020 pada Agustus lalu. Perusahaan sukses meraih dana segar senilai Rp 858 miliar.

Direktur Keuangan MTF, Armendra menuturkan, pendanaan itu bakal digunakan untuk menyalurkan pembiayaan baru secara selektif guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Hal itu khususnya untuk kebutuhan pembiayaan kendaraan bermotor serta mempertahankan posisi finansial. “Jumlah obligasi senilai Rp 858 miliar tersebut sejalan dengan kebutuhan likuiditas perusahaan saat ini,” terangnya.

Penerbitan Obligasi senilai total Rp 858 miliar itu terdiri dari dua seri, yakni obligasi Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp 472 miliar dengan tingkat bunga tetap 8 persen/tahun dan jangka waktu 3 tahun, serta obligasi seri B memiliki jumlah pokok sebesar Rp 386 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,6 persen/tahun dan jangka waktu 5 tahun.

Sementara Astra Sedaya Finance menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap I Tahun 2020 dengan nilai Rp 1,5 triliun. Perusahaan menerbitkan obligasi dalam dua seri.

Obligasi seri A memiliki nilai pokok Rp 1,03 triliun dengan tenor 370 hari dan menawarkan suku bunga 6,4 persen/tahun, kemudian obligasi seri B memiliki nilai pokok Rp 470 miliar yang akan jatuh tempo dalam 3 tahun dan menawarkan tingkat bunga tetap 7,6 persen/tahun. (Kontan/Ferrika Sari)

Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved