Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK di Banyumas Masih Tunggu Hasil Evaluasi

Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah membolehlan pihak sekolah mengajukan ijin Pelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa SD dan SMP.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Yuniarso K Adi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas sudah membolehlan pihak sekolah mengajukan ijin Pelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa SD dan SMP.

Namun demikian, khusus PTM bagi siswa SMA/SMK, saat ini masih menunggu hasil evaluasi.

Kasi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Yuniarso K Adi mengatakan jika terkait PTM SMA/SMK di Kabupaten Banyumas untuk saat ini belum ada.

"Rencana ada tapi realisasi belum, Provinsi sudah melakukan ujicoba baru mulai kemarin ditiga Kabupaten yaitu Tegal, Brebes, dan Temanggung.

Bagaimana hasilnya belum tahu, samplingnya saja belum jadi dan hasilnya seperti apa kita tunggu saja," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (6/9/2020).

Proses perizinannya hampir sama dengan tingkat SD dan SMP, dimana untuk prosedurnya, jika ingin melalukan PTM, maka pihak sekolah harus membuat ijin terlebih dahulu.

"Kalau layak baru kita ijin ke Bupati, Bupati kemudian baru ke Gubernur, jadi tidak langsung semua sekolah akan buka," imbuhnya.

Banyak orangtua murid yang mempersoalkan pembelajaran daring.

Dirinya menjelaskan jika keluhan tersebut muncul disebabkan guru tidak mampu membuat pembelajaran daring lebih menarik.

"Bahwa gurunya tidak tahu cara ngajar daring, kalau gurunya bisa membuat pelajaran daring itu menarik tidak mungkin orang tua dan anak didik bingung," ungkapnya.

Terkait kuota pihaknya menegaskan sudah adanya bantuan Pemerintah sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak punya kuota.

"Pemerintahkan sudah mengantisipasi dari anggaran sekolah bos boleh, artinya tidak ada lagi alasan tidak punya kuota," jelasnya.

Menurutnya untuk SMA tanpa adanya PTMpun, proses pembelajaran bisa dilaksanakan lancar dengan daring.

"Sebenarnya siswa SMA dengan cara daringpun masih bisa," tandasnya.

Sebagai upaya mendorong kompetensi guru agar lebih menarik dalam mengajar anak didiknya, pihaknya saat ini mengadakan berbagai macam pelatihan.

Dengan Dana BOS pihaknya akan mendorong pelatihan guru yang banyak untuk meningkatkan kompetensi supaya guru bisa lebih menarik dalam mengajar. 

Dengan pelatihan pnggunanaan platform, penggunaan aplikasi, penggunaan media, dan penggunanaan tata kelola belajarnya, karena belum tentu semua sekolah mampu melaksanakan itu. (TribunBanyumas/jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved