Breaking News:

Berawal Dari Hobi Mengoleksi Tarantula, Kelvin Mengembangkan ke Bisnis Jual Beli Online

Peluang bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk yang dilakukan oleh Kelvin Tantono (25).

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Peluang bisnis bisa datang dari mana saja, termasuk yang dilakukan oleh Kelvin Tantono (25), yang menangkap peluang bisnis melalui koleksi hewan peliharaannya yang tergolong ekstrem yaitu Tarantula dan Hewan Reptil berbagai jenis. 

Melalui akun Instagram @petshoptegal, Kelvin memasarkan koleksi Tarantula dan Hewan Reptil miliknya. Bahkan bisnisnya tersebut sudah berjalan sekitar 5 tahun.

Pelanggannya sendiri mayoritas berasal dari daerah seperti Solo, Yogyakarta, Jakarta, dan yang paling jauh Papua. Sedangkan kalau warga Tegal sendiri, menurut Kelvin, biasanya kebanyakan langsung datang ke lokasi yaitu rumah Kelvin.

Ada yang datang memang langsung membeli, ada yang hanya sekedar melihat-lihat saja, ada juga yang memang suka mengoleksi hewan tarantula atau pun ular.

"Untuk harga Tarantula cukup variatif, karena bergantung jenis, ukuran, dan jenis kelamin, tapi kalau saya menjualnya harga paling murah dibawah Rp 50 ribu sampai paling mahal jutaan per ekor. Sedangkan untuk ular juga sama harganya variatif, bergantung jenis, ukuran, jenis kelamin, dan motif. Kalau sanca biasa mulai Rp 100 ribu - Rp 150 ribu per ekor, dan yang paling mahal jutaan per ekor," ungkap Kelvin, pada Tribunjateng.com, Senin (7/9/2020).

Selain menjual Tarantula dan ular, Kelvin juga menjual koleksi kura-kura nya dengan harga beragam.

Mulai dari Rp 2,5 jutaan untuk yang masih anakan atau ukuran 8cm - 10cm. Sedangkan yang paling mahal bisa sampai ratusan juta, terutama jika umur kura-kura semakin tua (dewasa).

"Kalau peminat sendiri masih banyak, bahkan saat awal pandemi corona sekitar April - Mei penjualan saya meningkat. Kenaikannya sendiri sampai 200 persen dari hari biasanya, saya sampai kehabisan stok saat itu," tuturnya.

Ditanya mengenai cara pengiriman ke customer, Kelvin mengatakan, Ia menggunakan pengiriman via Kereta Api. Namun, ada beberapa juga yang bisa dikirim menggunakan jasa ekspedisi biasa.

"Jadi saya juga ada garansi, semisal customer membeli hewan di saya, terus sampai di tempat ternyata hewan mati, nah nanti uang dikembalikan. Tapi selama ini saya belum pernah ada kejadian sampai hewan mati, karena kami packing dengan sangat baik dan hati-hati. Karena yang kami utamakan bukan hanya uangnya saja, tapi keselamatan hewan nomor satu, jadi tidak berani asal kirim atau asal terima ordedan saja," pungkasnya. (*)
 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved