Breaking News:

Hakim PN Semarang Beri Vonis Wawan dan Wahyu 6 Tahun Penjara atas Kasus Narkotika

Sidang kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa Arinawan alias Wawan dan Desi Kiswantoro kembali digelar

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Zainal M
Sidang putusan kasus narkotika dengan terdakwa Arinawan dan Desi Kiswantoro di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (7/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sidang kasus penyalahgunaan narkotika dengan terdakwa Arinawan alias Wawan dan Desi Kiswantoro alias Wahyu, kembali digelar dengan agenda putusan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (7/9/2020).

Dalam sidang tersebut, majelis hakim PN Semarang yang diketuai hakim Suprayogi menyatakan Wawan dan Wahyu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

"Menjatuhkan, kepada terdakwa Arinawan alias Wawan dan Desi Kiswantoro alias Wahyu dengan pidana penjara masing-masing selama 6 tahun penjara," ucap ketua majelis hakim Suprayogi, dalam amar putusannya.

Hakim menyatakan, keduanya terbukti bersalah melanggar Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan primair jaksa.

Selain pidana pokok, hakim juga memberi hukuman kepada kedua terdakwa berupa pidana denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar. Denda tersebut harus dibayar kedua terdakwa paling lambat satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

"Jika tidak dibayar, maka pidana denda tersebut diganti dengan pidana badan selama 3 bulan penjara," tambahnya.

Atas putusan tersebut, kedua terdakwa belum mengambil sikap dan menyatakan pikir-pikir terlebih dahulu. Senada, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Semarang juga menyatakan pikir-pikir.

"Kami pikir-pikir dulu, Yang Mulia," kata JPU Kejari Semarang, Suparti.

Sebelumnya, JPU Suparti menuntut majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 7 tahun penjara. Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 1 miliar.

"Jika denda tak dibayar, maka diganti pidana penjara selama 4 bulan," kata JPU Suparti, pekan lalu.

Sebagaimana berkas dakwaan, kasus bermula pada 11 Februari 2020 pukul 17.30 WIB. Saat itu, terdakwa Arinawan alias Wawan datang ke rumah Desi Kiswantoro alias Wahyu, yang beralamat di Srondol kulon, Banyumanik, Kota Semarang.

Saat itu terdakwa Wawan diajak Wahyu untuk mengambil sabu di daerah Pudak Payung, Semarang. Atas ajakan tersebut, terdakwa Wawan akan diberi sabu untuk dikonsumsi secara gratis. Terdakwa Wawan kemudian memboncengkan Wahyu.

Pada pukul 19.30 WIB, Wahyu mengambil sabu yang berada di bawah asbes di pinggir jalan Perintis Kemerdekaan Gang Muteran III RT 002 RW 003 Pudak Payung.

Barang tersebut diletakkan dalam bekas bungkus rokok. Sabu tersebut rencananya akan dikirim ke daerah Kaligawe yang akan diserahkan pada Arif (DPO). (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved