Breaking News:

Kapolda: Kunci Rajut Kebhinnekaan Tidak Paksakan Kehendak dan Tidak Merasa Paling Benar

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut di antara kunci merajut kebhinnekaan adalah tidak memaksakan kehendak.

Istimewa
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut di antara kunci merajut kebhinnekaan adalah tidak memaksakan kehendak dan tidak merasa paling benar sendiri. Yang perlu dilakukan saat ini, lebih-lebih di tengah pandemi adalah memupuk persatuan kesatuan seluruh elemen.

Lebih lanjut Luhtfi menjelaskan, bentuk konkret persatuan ini di antaranya yakni melawan intoleransi. "Jadi intoleransi itu, beda musuh. Jadi beda agama, beda ras, beda suku beda apapun dianggap musuh, itu intoleransi. Dia kalau dibiarkan akan menjadi potensi yang akan memecah belah negara ini. Karena apa, intoleransi kalau dibiarkan bisa jadi radikalisme," kata Ahmad Luthfi dalam Doa Bersama oleh Habib Lutfi Bin ali Bin Yahya dengan tokoh lintas agama se-Solo Raya di Benteng Vanstenburg, Senin (7/9/2020).

Dia menegaskan, tidak hanya berpotensi menjadi bibit radikalisme, lebih jauh intoleransi jika dibiarkan menjadi ancaman terorisme sehingga wajib diperangi.

"Jadi awalnya intoleransi, meningkat jadi radikal, meningkat menjadi teroris. Dan ini bentengnya adalah bapak ibu sekalian, para tokoh agama, lintas agama," kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, ada beberapa kunci merajut kebhinnekaan di era covid-19 diantaranya tidak memaksakan kehendak dan tidak merasa paling benar sendiri.

"Kebebasan yang menghargai orang lain, jangan ada yang merasa paling benar sendiri yang lain disalahkan, jangan ada yang merasa agamis sendiri, jangan ada yang merasa pancasilis sendiri," tegasnya.

Lebih jauh, dalam kesempatan itu Ahmad Luthfi berharap agar pandmei ini cepat berakhir.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Paranowo mengatakan, dalam merajut kebinnekaan masyarakat perlu berpegang pada Pancasila. Selain itu, di tengah pandemi seluruh elemen masyarakat dapat tolong menolong dan bersatu.

Habib Lutfi berpesan dengan ideologi yang kuat, NKRI nya melekat, maka dia menjamin keutuhan negara ini dapat tercapai.

“Bagaimana bangsa kita, kalau punya pendirian, NKRI-nya melekat, ideologinya melekat menjadi benteng-benteng kita maka insyaAllah kita akan menjaga keutuhan negara kita,” kata Habib Luti.

Maulana Al Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya mengajak agar kecintaan kepada NKRI harus ditanamkan sejak dini.

"Sejauh mana kita menyampaikan kepada anak anak kita, sedini mungkin. Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku," kata dia. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved