Breaking News:

DPRD Kabupaten Pekalongan

Bupati Asip Sampaikan Raperda Tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi sampaikan Raperda perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan tahun 2020.

IST
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat sampaikan Raperda perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan tahun 2020, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (4/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi sampaikan Raperda perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan tahun 2020, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (4/9/2020).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam sambutannya mengatakan, perubahan APBD tahun anggaran 2020 ini telah diupayakan seoptimal mungkin untuk dapat menampung aspirasi berbagai program dan kegiatan yang berkembang di masyarakat.

Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, aspirasi tersebut belum dapat sepenuhnya terakomodasi.

"Sebagaimana kita ketahui, bahwa tahun 2020 kita menghadapi pandemi Covid-19 yang berpengaruh pada perjalanan APBD untuk dilakukan penyesuaian termasuk refocussing kegiatan dan realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 yang diatur dalam SKB 2 menteri," kata Bupati Asip.

Menurutnya, pendapatan daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp 2.119.381.593.852 atau berkurang sebesar Rp 199.607.239.018 (turun 8,61%) dari penetapan APBD tahun anggaran 2020.

"Pendapatan daerah turun sebesar Rp 90.114.582.240 atau 19,30% dari penetapan APBD tahun anggaran 2020. Dana perimbangan mengalami penurunan sebesar Rp 121.302.571.550 atau 9,01% dari penetapan APBD anggaran tahun 2020 menyesuaikan pagi alokasi dalam Perpres nomor 72 tahun 2020 tentang perubahan postur."

"Pendapatan yang sah naik Rp 11.809.914.772 atau 2,34% dar penetapan APBD tahun anggaran 2020" ujarnya.

Kemudian untuk anggaran belanja daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp 2.274.238.188.795 atau berkurang Rp 172.417.953.506 (7,05%) dari penetapan APBD tahun anggaran 2020. Sehingga, terjadi defisit anggaran sebesar Rp 154.856.594.943 yang akan dipenuhi melalui pembiayaan netto.

"Penerimaan pembiayaan pada perubahan APBD tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp 159.856.594.943 yang merupakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun anggaran 2019 hasil audit BPK RI."

"Pengeluaran pembiayaan pada perubahan APBD tahun anggaran 2020 direncanakan sebesar Rp 5.000.000.000 untuk penyertaan modal pada PDAM Tirta Kajen melalui pembiayaan reimbus hibah dari pemerintah pusat," imbuhnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved