Breaking News:

Dhais Ibrahim: Pupuk NPK Pusri Singkong Tingkatkan Produktivitas Lahan

Berdasarkan survei di lapangan, potensi produksi singkong di Jawa Tengah cukup tinggi, yakni mencapai 150.874 ton per tahun

tribunjateng/mazka
PANEN SINGKONG - Kegiatan Panen Demplot Komoditas Singkong yang diadakan PT Pusri Palembang di Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Berdasarkan survei di lapangan, potensi produksi singkong di Jawa Tengah cukup tinggi, yakni mencapai 150.874 ton per tahun. Melihat potensi ini, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) menyediakan NPK Pusri Singkong yang merupakan pupuk khusus pertanian singkong.

Hal ini dimaksudkan agar produktivitas tanaman singkong meningkat. Penggunaan pupuk tersebut telah membuahkan hasil dan tampak dalam kegiatan Panen Demplot Komoditas Singkong yang diadakan PT Pusri Palembang di Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Selasa (8/9/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh General Manager Penjualan Produk Komersil PT Pusri Palembang, Dhais Ibrahim, Branch Manager Penjualan Jateng 1 Andy Putra Utama, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati Mokhtar Efendi, dan Forkopimcam setempat.

Dhais Ibrahim mengatakan, penggunaan pupuk NPK Pusri Singkong terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan singkong di Desa Gadu. Dari sebelumnya 35 ton per hektare menjadi 55 ton per hektare.

PANEN SINGKONG - Kegiatan Panen Demplot Komoditas Singkong yang diadakan PT Pusri Palembang di Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Selasa (8/9/2020).
PANEN SINGKONG - Kegiatan Panen Demplot Komoditas Singkong yang diadakan PT Pusri Palembang di Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Selasa (8/9/2020). (tribunjateng/mazka)

“Kami adakan panen demplot ini agar petani mengetahui bahwa hasil demplot yang kami lakukan selama delapan bulan ini memberikan hasil memuaskan,” ujar dia. Diketahui, Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor, dan kalium.

Dhais menyebut, kandungan NPK Pusri Singkong mampu meningkatkan kuantitas umbi singkong. Dengan demikian, penggunaan pupuk ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan produktivitasnya. “Dari sisi pendapatan ekonomi (penggunaan pupuk ini) mampu meningkatkan hampir dua kali lipat. Adapun dari sisi tonase 60 sampai 80 persen lebih tinggi,” jelas dia.

Sementara, Branch Manager Penjualan Jateng 1 Andy Putra Utama mengatakan, pihaknya telah melakukan persemaian singkong mulai Desember 2019 lalu. “Beberapa kegiatan yang telah kami laksanakan sebelum panen yaitu persemaian, olah tanah, pelaksanaan tanam, pemupukan dasar, pengaplikasian pupuk hayati, pemupukan kembali, hingga panen dilaksanakan,” urai dia.

Hujan cukup tinggi pada pertengahan Agustus lalu berpengaruh pada rendaman umbi singkong.
“Panen kami majukan karena intensitas hujan yang tinggi, agar kualitas singkong masih bagus,” tutur Andy.

Ia menjelaskan, NPK Pusri Singkong merupakan produk inovasi baru dengan formula khusus yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tanaman singkong. PT Pusri Palembang juga memiliki produk inovasi lainnya, yakni Bioripah, Nutremag, dan lain-lain.

Ia menegaskan bahwa meski di tengah pandemi Covid-19, Pusri memastikan terjaminnya ketersediaan pupuk bagi petani. Sehingga, petani tidak perlu mengkhawatirkan stok pupuk. Satu di antara petani singkong yang menghadiri panen demplot, Bawi, mengatakan bahwa penggunaan pupuk NPK Pusri Singkong terbukti mampu meningkatkan total produksi. “Sebelum diberikan edukasi pemupukan, total produksi kami sebesar 35 ton per hektare. Adapun setelah edukasi meningkat menjadi 55 ton per hektare,” ujar dia.

Kepala Dispertan Pati Mokhtar Efendi mengatakan, hasil panen demplot ini menunjukkan pada petani bahwa ada pilihan pupuk selain pupuk subsidi.

“Artinya ada beberapa pilihan pupuk. Karena pupuk subsidi ada keterbatasan, kan ini juga ada pupuk khusus singkong nonsubsidi. Ternyata hasilnya meningkat 20 ton per hektare. Kalau dihitung perbandingan harga pupuk dengan hasilnya, kan tetap lebih menghasilkan yang pupuk nonsubsidi ini,” ujar dia.

Tanpa bermaksud promosi, lanjut Mokhtar, dengan adanya keketerbatasan alokasi pupuk dari pemerintah pusat, menurutnya petani punya pilihan untuk menggunakan pupuk NPK khusus singkong. “Bisa dilihat dan dibandingkan, antara menggunakan pupuk subsidi dengan pupuk nonsubsidi khusus singkong ini lebih menguntungkan mana,” kata dia. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved