Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Hingga Juli Capai 72 Kasus, Ini Upaya Dinkes Batang Tekan Angka Kematian Bayi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang mentargetkan Angka Kematian Bayi (AKB) setiap tahunnya mengalami penurunan dengan target angka 13/1000.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Ilustrasi - Sejumlah ibu saat membawa anaknya mengikuti kegiatan Posyandu di Kelurahan Karangasem Selatan, Kecamatan Batang beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang mentargetkan Angka Kematian Bayi (AKB) setiap tahunnya mengalami penurunan dengan target angka 13/1000.

Berdasarkan data dari Dinkes Batang, angka kematian ibu dan bayi masih fluktuasi atau naik turun.

Pada tahun 2017 angka kematian ibu 16 orang, dan bayi 160 orang, tahun 2018 angka kematian ibu mencapai 20 orang dan bayi 141, pada tahun 2019 angka kematian ibu 14 orang, sedangkan bayi mencapai 144.

Dan hingga bulan Juli 2020 ini, telah ada 11 kasus kematian ibu dan 72 angka kematian bayi.

"Untuk Tmtarget angka kematian bayi (AKB) kita 13/1.000 kelahiran hidup, jadi hingga saat ini kasus kita belum melebihi target, tetapi ya hampir, harapannya kasus dari tahun ke tahun menurun bisa terus menurun," tutur Kabid Kesmas Dinkes Batang, Sri Eprileni, Selasa (8/9/2020).

Untuk menurunkan kasus tersebut, dikatakannya Dinkes telah melaksanakan serangkaian upaya pencegahan.

Seperti pemberian tablet tambah darah pada remaja putri, mulai tingkat SMP untuk mencegah anemia sejak dini. Selain itu juga turut disampaikan penyuluhan kesehatan reproduksi pada
remaja.

"Pembinaan kami juga berikan pada calon pengantin yang akan menikah, yang bekerjasama dengan Kemenag Batang, tujuannya adalam memberikan pembekalan kesehatan, dan imunisasi kepada calon pengantin," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan pemeriksaan ibu hamil atau Antenatal care (ANC) ,termasuk ANC terpadu, pengelolaan ibu hamil resiko tinggi,
kelas ibu hamil dan kelas ibu balita dan lainnya.

Terkait dengan sarana pelayanan kesehatan, pihaknya juga sudah mendorong adanya puskesmas mampu persalinan 24 jam, dan fasilitas KB pasca persalinan.

"Selain itu juga pemeriksaan pada ibu nifas dan bayi baru lahir serta Posyandu balita juga rutin dilaksanakan,"imbuhnya.

Ditambah dengan imunisasi pada bayi dan balita, serta pemberian makanan tambahan pada bumil Kurang Energi Kronik (KEK) dan bayi usia 6 bulan ke atas yang gizi kurang atau buruk.

"Kami juga selalu mengajak masyarakat untuk membudayakan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0 - 6 bulan karena ASI ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, jadi kami imbau semua ibu menyusui agar bisa memberikan ASI," pungkasnya. (din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved