Breaking News:

UNS Surakarta

Inovasi Mahasiswa UNS Solo Bekatul jadi Bahan Pangan

untuk mengolah bekatul tersebut menjadi olahan pangan yang fungsional serta menyehatkan, daripada hanya untuk pakan ternak saja.

IST
Mahasiswa UNS Inovasikan Bekatul jadi Bahan Pangan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Enam mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat inovasi bahan pangan berbahan dasar bekatul.

Mereka tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) yang berhasil didanai pada tahun ini.

Langkah awal yang telah mereka lakukan yakni berupa sosialisasi kepada masyarakat sasaran yang berada di Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jumat (28/8/2020).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh masyarakat Desa Plosorejo yang tergabung dalam Kelompok Dasawisma Dahlia Putih.

Program pengabdian masyarakat tersebut beranggotakan 6 mahasiswa dari Prodi yang berbeda.

Mereka adalah Nurul Fadhilah, Cahyani Fahmiati, Puspita Annisa Utami, Rofiq Sulthon Febriansyah, Yasmin Afifah, dan Yunita Anggraini.

Puspita Annisa Utami dari Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP) Fakultas Pertanian (FP) UNS menuturkan bahwa salah satu faktor utama memilih desa mitra karena salah satu potensi utama ada pada sektor pertanian.

“Salah satu produk utama dari pertanian di Desa Plosorejo adalah padi. Saat proses penggilingan padi, terdapat limbah hasil gilingan yang disebut bekatul. Kami berinisiatif untuk mengolah bekatul tersebut menjadi olahan pangan yang fungsional serta menyehatkan, daripada hanya untuk pakan ternak saja. Bekatul tersebut nanti akan kami olah menjadi cookies serta kue kering lainnya,” jelasnya, Jumat (4/9/2020).

Mereka menggandeng kelompok Dasawismauntuk meningkatkan dan mengolah potensi bekatul tersebut.

Puspita menambahkan bahwa mereka ingin meningkatkan produktivitas kelompok Dasawisma Dahlia Putih dengan membuat inovasi olahan dari bekatul.

“Langkah utama yang kami lakukan yakni sosialisasi terlebih dahulu. Kemudian setelah itu akan ada pendampingan dan pelatihan secara daring mengenai pengolahan bekatul menjadi bahan pangan. Nanti berupa pembuatan dan penayangan video melalui Zoom untuk mengurangi interaksi secara langsung. Kemudian untuk pendampingan mitra selanjutnya yakni sosialisasi mengenai packaging dan pemasaran produk hasil olahan tersebut,” jelasnya.

Puspita berharap melalui program PKM-M tersebut dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan perekonomian masyarakat khususnya kelompok Dasawisma Dahlia Putih.

“Semoga perekonomian masyarakat dapat meningkat melalui pengolahan serta penjualan produk olahan bekatul. Selain itu semoga pemanfaatannya juga dapat dilakukan secara optimal,” harapnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved