Breaking News:

Pemkab Pati Terima Bantuan Kartu Perdana dan Kuota untuk Pembelajaran Daring dari Telkomsel

Bupati Pati Haryanto menyambut baik program-program dari penyedia layanan telekomunikasi yang dapat mendukung PJJ.

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pati, Bupati Haryanto menerima bantuan kartu perdana dan kuota dalam acara peluncuran program Telkomsel “Merdeka Belajar Jarak Jauh” di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto menyambut baik program-program dari penyedia layanan telekomunikasi yang dapat mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menurutnya, program semacam itu sangat bermanfaat bagi para pelajar di Kabupaten Pati.

Hal itu ia ungkapkan dalam acara peluncuran program Telkomsel “Merdeka Belajar Jarak Jauh” di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (8/9/2020).

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Manager Mass Market Segment Sales Operation Telkomsel Jateng dan DIY Arief Hidayatus Sefian, serta, Manager Branch Semarang Norman Duta Irawan.

Dalam kegiatan ini, Telkomsel memberikan bantuan 39.915 kartu perdana kepada Penerintah Kabupaten Pati. Masing-masing kartu perdana memiliki kuota 10 GB yang bisa dipakai untuk aplikasi pendidikan. Bantuan ini dimaksudkan untuk memperlancar proses pembelajaran jarak jauh.

Kuota yang diberikan hanya bisa dipakai untuk keperluan belajar di beberapa paltform daring, antara lain Zenius, Quipper, Ruang Guru dan, Zoom.

“Saya berterima kasih dan mendukung program dari Telkomsel di Kabupaten Pati. Meskipun Pati bukan termasuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), bantuan kuota ini sangat bermanfaat bagi para siswa," ujarnya.

Haryanto menyebut, datangnya bantuan dari PT Telkomsel ini tak lepas dari peran serta Wakil Bupati Saiful Arifin. Ia berharap, bantuan ini dapat memacu dan meningkatkan semangat anak-anak dalam pembelajaran jarak jauh.

“Allhamdulilah bantuan ini dapat membantu ribuan siswa dari SD, SMP hingga SMA dan SMK yang tidak memiliki pasokan kuota untuk belajar,” ungkap dia.

Ia mengatakan, sejauh ini Kabupaten Pati belum mendapatkan rekomendasi dari Menteri Pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Sebab, dikhawatirkan akan membentuk klaster baru. Karena itu, bantuan kartu perdana dan kuota internet sangatlah tepat.

Haryanto berharap, Pemkab Pati dapat terus menjalin kerjasama dengan Telkomsel untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Pati. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved