Breaking News:

Kesbangpol Jateng

Badan Kesbangpol Jateng Ajak Masyarakat Ikuti Lomba Virtual Penanganan Covid-19

Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanganan Covid-19.

IST
Rajut Kebhinnekaan dalam Pandemi 2020 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam penanganan Covid-19.

Melalui tajuk "Rajut Kebhinnekaan dalam Pandemi", Kesbangpol menghadirkan ajang lomba secara virtual dengan masa pendaftaran tanggal 15 Agustus sampai 15 September 2020 mendatang.

Kepala Badan Kesbangpol Jateng, Haerudin memaparkan, lomba diperuntukkan bagi masyarakat umum dan ASN kabupaten/kota.

Ajang lomba secara virtual ini sebagai pengganti kegiatan "Kampung Bhinneka" yang biasa digelar secara langsung di lingkungan kantor Gubernur Jawa Tengah

"Biasanya kami gelar Kampung Bhinneka yang jumlah pesertanya mencapai 1.000 orang dengan kegiatan kurang lebih 3 hari secara langsung.Tetapi karena ini pandemi, kami gelar secara virtual. Kami juga melibatkan Kesbang kabupaten dan kota dalam hal ini ASN karena masuk baris terdepan dalam penanganan Covid-19. Ini sekaligus mereview kegiatan lomba ASN selama ini dalam dalam penanganan Covid-19, maka kami mencari bentuk penanganan yang bagus agar dapat kami tularkan ke daerah-daerah," terang Haerudin kepada Tribunjateng.com, kemarin.

Rajut Kebhinnekaan dalam Pandemi 2020
Rajut Kebhinnekaan dalam Pandemi 2020 (IST)

Lebih lanjut Haerudin memaparkan, konsep lomba sendiri dimaksudkan untuk mendukung program Gubernur Jawa Tengah terkait pemberdayaan masyarakat Jawa Tengah melalui program "Jogo Tonggo".

Menurut Haerudin, program ini cocok diterapkan dalam penanganan Covid-19 karena berbasis rukun warga (RW).

Basis ini menurutnya memiliki korelasi dengan konsep kebhinnekaan yang diusung Badan Kesbangpol Jateng.

"Kebhinnekaan ini sebenarnya lebih ke bagaimana kita bergotong-royong, bersatu-padu tanpa membedakan suku, ras, agama, maupun status sosial dalam hal bersama-sama menangani covid-19. Termasuk juga bagi yang terdampak. Maka kemudian sebenarnya program Gubernur Jateng 'Jogo Tonggo' ini sangat bagus kita terapkan karena basisnya RW. Penanganan tingkat RW ini tidak lagi melihat mekanisme prosedur birokrasi, tetapi tentang 'siapa' yang terdampak langsung lalu kemudian masyarakat tergerak secara langsung melakukan penanganan," ungkapnya.

Lantas melalui ajang lomba tersebut, Haerudin berharap masyarakat dapat terus menggali kreativitasnya.

Terutama dalam menghadapi masa New Normal ini, Haerudin menginginkan para peserta dapat memberikan tayangan edukatif dengan tetap mempertahankan unsur budaya yang ada.

"Gelaran secara virtual ini bergantung juga kreativitas peserta lomba dalam menyosialisasikan bagaimana membudayakan pakai masker, cuci tangan, hingga jaga jarak dengan memvisualisasikan ke tayangan videonya. Kita bisa melihat juga terkait ada tidaknya hubungan dengan tema merajut kebhinnekaan. Itu saya kira improvisasi kreativitas peserta dan bagaimana kejelian dewan juri apakah dia sekadar membuat video atau berkaitan dengan merajut kebhinnekaan," tandasnya. (Adv)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved