Breaking News:

Begini Sosok Alfred Riedl di Mata Mantan Anak Asuhnya di Piala AFF 2010

Direktur Akademi PSIS Semarang, Muhammad Ridwan memiliki kesan tersendiri terhadap sosok Alfred Riedl.

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL S
Muhammad Ridwan, Direktur Akademi PSIS Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Akademi PSIS Semarang, Muhammad Ridwan memiliki kesan tersendiri terhadap sosok Alfred Riedl yang tutup usia pada Selasa (8/9/2020) waktu austria.

Kabar meninggalnya Alfred Riedl ini cukup mengejutkan. Dia mengembuskan napas terakhir di usianya yang ke-70 tahun.

 Alfred Riedl pernah membesut timnas Indonesia pada tahun 2010-2011. Kemudian dia kembali lagi ke Tanah Air setelah merantau ke Laos (2011-2012) dan klub divisi kedua Belgia, Vise (2012-2013).

Da kembali lagi ke Indonesia selama setahun (2013-2014) dan pada tahun 2016-2017.

Momen Piala AFF 2010 bisa jadi momen terbaik Alfred Riedl bersama Timnas Indonesia. Walau saat itu kalah dramatis di final melawan Malaysia, namun saat itu permainan Timnas Indonesia selama turnamen sangat mengesankan.

Satu di antara anak asuh yang menjadi andalan Riedl saat itu adalah Muhammad Ridwan. Ketika itu, Ridwan diplot sebagai winger kanan.

Kepada Tribunjateng.com, Ridwan mengaku sosok Riedl sangat berkesan buatnya.

"Pertama saya ucapkan turut berduka cita untuk Coach Alfred Riedl. Yang pasti beliau sosok yang disiplin, dan humoris," kata Ridwan.

Dia mengatakan, meski terlihat dingin karena seperti tidak pernah tersenyum namun Riedl adalah sosok pelatih yang sangat ramah.

Satu hal yang diingat Ridwan ketika menjadi anak asuh Alfred Riedl di ajang Piala AFF 2010 yakni cara melindungi pemain ala Riedl agar pemain tetap fokus pada turnamen.

"Dan beliau sangat tahu atau paham betul bagaimana cara melindungi tim agar tim tidak kehilangan fokus selama turnamen," tandasnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved