Breaking News:

Berita Semarang

Belum Sebulan Razia Masker Digelar, Satpol PP Kota Semarang Catat 625 Orang yang Terjaring

Belum genap satu bulan menegakkan perda tersebut, Satpol PP mencatat sebanyak 625 orang terjaring razia masker yang dilakukan di delapan tempat

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang terus rutin melakukan penegakan Perwal 57/2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat, yang mana didalamnya memuat aturan kewajiban masyarakat memakai masker.

Belum genap satu bulan menegakkan perda tersebut, Satpol PP mencatat sebanyak 625 orang terjaring razia masker yang dilakukan di delapan tempat.

Rinciannya, 26 orang terjaring di Jalan Hayam Wuruk, 26 orang di Sampangan, 76 orang di Kota Lama, 65 orang di Banyumanik, 135 orang di Tlogosari, 66 orang di Semarang Selatan, 86 orang di Jalan Pamularsih, dan 145 orang di Kemijen Semarang Timur.

Razia masker telah dilakukan sejak 18 Agustus lalu.

Kepala Satpol PP Kota Semarang mengaku prihatin. Pasalnya, dari hari ke hari jumlah pelanggar bukan berkurang namun justru bertambah.

Pihaknya tidak akan berhenti melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka memiliki kesadaran menggunakan masker saat beraktivitas.

Hal ini tentu untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang yang ada di sekitarnya daei bahaya Covid-19.

Dari 625 orang yang terjaring razia masker, Fajar menyebutkan, 212 orang disita KTP dan 423 orang mendapat sanksi sosial berupa menyapu jalan atau bahkan push up.

Permasalahannya saat ini, kata dia, beberapa orang yang disita KTP hingga saat ini belum mengambil identitas dirinya di kantor Satpol PP.

Padahal, dalam perwal disebutkan pengambilan KTP maksimal tujuh hari setelah dilakukan penyitaan.

"Banyak masyarakat yang tidak mengurus KTPnya setelah disita. Kami sita pagi, nanti siang diambil silakan. Hanya membuat surat pernyataan bermaterai tidak akan mengulangi lagi," ucapnya.

Fajar melanjutkan, pihaknya akan membuat aplikasi untuk penyitaan KTP. Ini sebagai langkah antisipasi banyaknya KTP yang belum diambil.

Masyarakat tidak perlu khawatir KTP hilang karena petugas masih menyimpan di kantor Satpol PP.

"Dalam waktu dekat kami membuat aplikasi penyitaan. Saya buat pengambilan maksimal setengah bulan.

Kalau tidak diambil kami serahkan ke kelurahan agar dapat diambil. Sedangkan yang luar kota KTP kami lepas," terangnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved