Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polisi Masih Selidiki Ormas di Garut Ubah Lambang Garuda dan Cetak Uang Sendiri

polisi sedang berkoordinasi dengan Kesbangpol Garut untuk melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Tayang:
Editor: Vito
kompas.com
Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Garut Wahyudidjaya menunjukan berkas oganisasi atau paguyuban Kandang Wesi Tunggul Rahayu, Selasa (07/09/2020)(KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG) 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Satu organisasi masyarakat (ormas) di Garut, Jabar, Kandang Wesi Tunggul Rahayu, dikabarkan mengganti lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Garuda Pancasila dan mencetak uang baru untuk transaksi anggotanya.

Mengenai kasus itu, polisi sedang berkoordinasi dengan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Garut untuk melakukan penyelidikan, dan meminta keterangan sejumlah saksi.

"Informasi yang beredar di media dan media sosial kami dalami. Kami lakukan patroli cyber dan berkoordinasi dengan Bakesbangpol Garut untuk mendalami temuan ini, dan mengetahui motifnya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago, kepada wartawan, Rabu (9/9).

Erdi pun meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan adanya informasi keberadaan ormas itu.

Kepala Kantor Kesbangpolinmas Garut, Wahyudidjaya sempat menuturkan kedatangan perwakilan ormas itu yang ingin mencatatkan organisasinya di Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Garut.

Tetapi setelah melihat berkas dari organisasi itu, ia mengaku terkejut, lantaran lambang negara Burung Garuda yang tertera dalam berkas tersebut telah diubah.

Menurut dia, kepala lambang negara Burung Garuda dibuat menengok ke depan dan bagian kepalanya dipasangi mahkota. Selain itu, tulisan Bhineka Tunggal Ika ditambahi tulisan “Soenata Logawa”.

“Yang kami soal mengenai gambar Garuda, karena ini sebagai lambang negara, dan sudah diatur dalam UU No. 23/2009 tentang Lambang Negara,” ucapnya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved