Breaking News:

Pendidikan

Sekolah Alam Buka Cara Pandang Belajar tanpa Tersekat Ruang

Sekolah alam kini menjadi model pembelajaran yang banyak dilirik orangtua untuk pendidikan anak-anaknya.

ISTMEWA
BELAJAR - Anak-anak SD Alam Ar Ridho mengikuti sesi belajar di luar ruang secara aktif 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Litbang Agama (BLA) Semarang yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Kementerian Agama menyelenggarakan Webinar Seri #8 dengan tema Best Practices Kuirikulum Penidikan Islam: Belajar dari Sekolah Alam, Selasa (8/9) secara daring.

Pada webinar ini, hadir sebagai special guest sekaligus sebagai narasumber utama, yakni Raden Rizky Mulyawan atau kondang dikenal Dik Doang yang merupakan pendiri Kandank Jurank Doank. Selain itu, pembicara lain, yakni Peneliti Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan BLA Semarang, Aji Sofanudin.

Memulai pemaparannya mengenai sekolah alam, Dik Doang bercerita tentang sekolah alam yang dia dirikan. Dia menyampaikan, Kandank Jurank Doank didirikan sejak dia mulai cinta Allah yang begitu abstrak.

"Artinya, sekolah alam saya mulai dari pencarian terhadap keilahian itu sendiri. Yang pertama apa itu sekolah?

Bagi saya, sekolah adalah tempat mengasah dan mengasah itu boleh di mana saja," tutur mantan presenter acara TV itu.

PEDUL SOSIAL
SISWA PEDULI - Anak-anak SD Alam Ar Ridho berbagi sayur kepada warga sekitar sekolah sebagai bentuk upaya membanguan kepedulian sosial.

Dia menuturkan, kalau pengertian belajar itu di sekolah, maka anak-anak hanya tahu belajar di sekolah. Namun, begitu dia keluar dari pagar sekolah, dia tidak mau belajar.

"Doktrin bahwa sekolah adalah di dalam ruang, mulailah kita masuk dalam ruang untuk mendidik. Sehingga anak-anak itu jangan kita harapkan untuk mampu menjaga ekosistem, menjaga kelestarian lingkungan. Karena dia tersekat oleh ruang dan dinding. Dia tidak pernah bersama dengan semesta," ungkapnya.

Dosen asal Indonesia Bikin Konsep Belajar Online Menyenangkan, Diganjar Penghargaan di Jerman

Sudah Dapat SMS Notifikasi Penerima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu? Ini Cara Konfirmasinya

Dia menuturkan, ketika kita belajar di bawah pohon, mengkaji al quran dan ilmu lain. Lalu kita memanjatkan doa sebelum kita belajar, maka doa kita lebih cepat sampai daripada orang yang tidak menanam pohon apalagi merusak.

"Intinya kata Allah, pepohonan bersujud kepadaKu. Jadi, kalau kita lalai kepada semesta, di mana kita membangun sekolah padahal ada tumbuhan di situ. Kita membangun gedung-gedung di situ, kita tidak menjaga keseimbangan alam," tegasnya.

Apalagi, kata dia, kalau ada sekolah yang diberi embel-embel sekolah internasional, sekolah favorit tapi setiap pagi membuat macet orang akan berangkat sekolah, bekerja, dan beraktivitas sehari-hari.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved