Breaking News:

Tak Ingin Bebani Warga, Bupati Pati Pilih Sanksi Kerja Sosial bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Bagi para pelanggar Perbup Pati nomor 49 tahun 2020, Bupati Pati lebih memilih sanksi kerja sosial ketimbang denda.

Istimewa
Bupati Pati Haryanto saat memberikan arahan dalam acara Sosialisasi Perbup Nomor 49 Tahun 2020 Tentang Tatanan Normal Baru di Aula Kantor Kecamatan Sukolilo, Selasa (8/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Haryanto menegaskan, bagi para pelanggar Perbup Pati nomor 49 tahun 2020 tentang tatanan Normal Baru, pihaknya lebih memilih sanksi kerja sosial ketimbang denda.

"Regulasi ini tidak mengandung sanksi denda. Tujuannya tentu agar masyarakat tidak merasa tambah berat, sehingga kami hanya menggunakan sanksi sosial yang sudah ada,” ujar Bupati Pati Haryanto saat memberikan arahan dalam acara Sosialisasi Perbup Nomor 49 Tahun 2020 Tentang Tatanan Normal Baru di Aula Kantor Kecamatan Sukolilo, Selasa (8/9/2020).

Sebagaimana diketahui, diatur dalam Perbup tersebut, para pelanggar protokol kesehatan di tempat umum akan dikenai sanksi kerja sosial berupa menyapu atau memungut sampah.

Haryanto menjelaskan, tujuan utama disusunnya regulasi terkait tatanan normal baru adalah untuk membatasi aktivitas masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, hal ini semata-mata demi memutus mata rantai Covid-19.

"Langkahnya misalnya dengan membatasi kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan. Lalu dianjurkan pula untuk selalu menggunakan masker saat keluar rumah atau beraktivitas," jelas Haryanto.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa tujuan ditetapkannya Perbup ini adalah untuk mengendalikan persebaran dan penularan Covid-19 secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, serta untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Pati.

Ia mengatakan, penanganan Covid-19 di Pati sudah dilaksanakan sejak Maret sampai sekarang.

"Tetapi, sebagian masyarakat tampaknya semakin lama semakin jenuh dan menyepelekan (protokol kesehatan). Tanpa disadari, akhirnya memunculkan banyak kasus yang terjadi dan memunculkan klaster penularan baru," tandasnya. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved