Breaking News:

Berita Jateng

Buronan Kasus Kredit Fiktif BPD Sulselbar yang Ditangkap di Magelang Dinyatakan Non Reaktif Covid-19

Terpidana kasus kredit fiktif pada Bank BPD Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) Provinsi Sulawesi Barat, Rusmandi Chandra, ditangkap di Kota Magelang,

Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Terpidana kasus kredit fiktif BPD Sulselbar, Rusmandi Chandra (rompi orange) dimintai keterangan usai menjalani rapid test di Kejati Jawa Tengah, Kamis (10/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terpidana kasus kredit fiktif pada Bank BPD Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) Provinsi Sulawesi Barat, Rusmandi Chandra, ditangkap di Kota Magelang, Jawa Tengah, usai menjadi buronan sejak 2010.

Usai ditangkap tim gabungan dari Kejati Sulawesi Barat (Sulbar), Kejati Jawa Tengah, dan Kejari Kota Magelang, Rusmandi Chandra dibawa ke Kantor Kejati Jawa Tengah untuk transit. Di Kejati Jawa Tengah, buronan tersebut menjalani rapid test.

"Sampai Kejati tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Kabar Duka, Dokter Daniel Pemilik Bandeng Presto Juwana Elrina Semarang Meninggal Dunia

Pak RT Madiun Lecehkan Petugas Sensus Sampai Trauma, Suami Tak Terima Teriak ke Wali Kota

Tak Ada yang Berani Bangunkan Luna Maya, Ayu Dewi Menunggu Depan Rumah hingga Setengah Jam

Kesaksian Tetangga Detik-detik Sebelum Fanni Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumahnya

Langsung kami lakukan rapid test dan hasilnya yang bersangkutan non-reaktif Covid-19," kata Asisten Bidang Intelijen Kejati Jawa Tengah, Emilwan Ridwan, Kamis (10/9/2020).

Buronan Rusmandi Chandra ditangkap tim gabungan di angkringan yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (9/9/2020) malam.

Mantan Kasubbag TU pada Dinas PU dan Perhubungan Kabupaten Mamuju itu ditangkap berdasarkan putusan Kasasi di Mahkamah Agung (MA) Nomor 173 K/Pid.sus/2009 tanggal 10 Juni 2010.

Dalam putusan kasasi itu, Rusmandi Chandra divonis 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 300 juta subsider 6 bulan penjara.

Selain itu, Rusmandi Chandra juga dijatuhi pidana tambahan berupa membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 22 miliar subsider 3 tahun penjara.

"Buronan ini terpidana kasus kredit fiktif pada Bank BPD Sulselbar yang merugikan negara sebesar Rp 41 miliar," kata Asisten Intelijen Kejati Sulbar, Irfan Samosir, di Kantor Kejati Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Dalam pelariannya di Kota Magelang, lanjut Irfan, buronan Rusmandi Chandra baru sekitar 7 bulan.

Rusmandi beraktivitas sebagai kontraktor di kota tersebut.

Sebelum di Kota Magelang, Rusmandi Chandra juga pernah berada di Yogyakarta selama 4 bulan.

Dalam kasusnya, terpidana Rusmadi Chandra telah merugikan negara sebesar Rp 41 miliar dengan cara membuat surat perintah mulai kerja (SPMK) fiktif untuk mengajukan kredit modal kerja jasa konstruksi pada Bank BPD Sulselbar. (Nal)

Sudah 10.500 Warga Banyumas Dites Swab, Bupati: Kami Kejar Sampai 20 Ribu

Manager Toserba Yogya Keluhkan Jumlah Kunjungan Anjlok ke Bupati Tegal Umi Azizah

Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah Peringatan Haornas di Jawa Tengah 2020

Ketua KONI Kabupaten Pekalongan : KOK Harus Gerilya Cari Bibit-bibit Atlet di Desa

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved