Breaking News:

Berita Jateng

Kanwil Kemenkumham Jateng Sudah Deportasi 54 WNA Selama 2 Tahun Terakhir

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kumham) Jateng mencatat sepanjang dua tahun terakhir telah mendeportasi sebanyak 54 warga negara asin

TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kantor Imigrasi Kelas I Semarang saat menggelar Rakor Timpora Kota Salatiga, di Hotel Laras Asri Salatiga, Kamis (10/9/2020). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kumham) Jateng mencatat sepanjang dua tahun terakhir telah mendeportasi sebanyak 54 warga negara asing (WNA) dari Indonesia.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Priyadi mengatakan sampai sekarang tercatat WNA yang masih melakukan aktivitas dan diberikan ijin tinggal di Jateng sejumlah 5.597 orang.

"Sedangkan yang telah kami kembalikan ke negara asal (deportasi) ada 54 WNA.

Kabar Gembira, Hendi Tawarkan Keringanan Pajak Untuk Dongkrak Investasi di Kota Semarang

Tak Ada yang Berani Bangunkan Luna Maya, Ayu Dewi Menunggu Depan Rumah hingga Setengah Jam

Berpacaran dengan Atta Halilintar, Aurel Hermansyah Dapat Nasihat dari Krisdayanti

Pak RT Madiun Lecehkan Petugas Sensus Sampai Trauma, Suami Tak Terima Teriak ke Wali Kota

Itu selama dua tahun terakhir, mereka terpaksa dideportasi karena melanggar sejumlah ketentuan ijin tinggal di Indonesia," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai membuka Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kota Salatiga, di Hotel Laras Asri Salatiga, Kamis (10/9/2020)

Menurut Priyadi, diijinkannya seorang WNA baik secara terbatas maupun tetap harus memberikan asas manfaat kepada masyarakat.

Baik melalui bidang pekerjaan maupun kegiatan sosial.

Ia menambahkan, berkaca dari kasus sebelumnya kebanyakan WNA melanggar ijin tinggal melebihi batas ketentuan dan tidak melapor ke Kantor Imigrasi di wilayah Jateng.

"Ada mereka juga sudah diputus kontrak kerja atau tidak dipakai tetapi masih berada di Indonesia.

Sisanya ijin menggunakan visa kunjungan atau turis tetapi faktanya bekerja dan sebagainya," katanya

Priyadi menilai, luasan wilayah Jateng dengan karakter masyarakat yang heterogen seringkali menyulitkan pengawasan terhadap WNA.

Karenanya kata dia, diperlukan kerjasama terlebih di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Doni Alfisyahrin menyampaikan dari ribuan WNA yang tinggal di Jateng 2 diantaranya sekarang juga terancam dideportasi.

"Mereka terbukti melakukan pelanggaran di wilayah Semarang, saat ini sedang proses pro justisia WNA asal Filipina," ujarnya

Doni menyatakan, untuk wilayah Kota Salatiga sampai sekarang tercatat ada sebanyak 254 WNA.

Kebanyakan mereka bekerja pada perusahaan garmen atau bertindak sebagai penyebar agama. (ris)

Mulai Pekan Depan Tak Pakai Masker di Kota Tegal Kena Denda Rp 100 Ribu

Ganjar Tinjau Langsung Pelaksanaan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di Temanggung

Beko Sumbangkan Ventilator ke Pemprov Jawa Tengah untuk Perangi Covid-19

Konsorsium Swasta BUMN Tandatangani PPJT & Penjaminan Proyek Tol Solo-Yogyakarta-Bandara Kulon Progo

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved