Breaking News:

Berita Tegal

Manager Toserba Yogya Keluhkan Jumlah Kunjungan Anjlok ke Bupati Tegal Umi Azizah

Menjadi salah satu bisnis yang terdampak pandemi corona, Toserba Yogya (Yogya Mall) secara corporate mengalami penurunan penjualan terutama di bidang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Menjadi salah satu bisnis yang terdampak pandemi corona, Toserba Yogya (Yogya Mall) secara corporate mengalami penurunan penjualan terutama di bidang Fashion.

Bahkan untuk cabang yang ada di Slawi mengalami penurunan sebanyak 40 persen sejak bulan Mei 2020.

Hal ini disampaikan oleh Store Manager Yogya Mall, Hadi Wibowo, saat Bupati Tegal, Umi Azizah, dan jajaran Forkompinda melakukan sidak kepatuhan protokol kesehatan di Toserba Yogya Slawi, Rabu (9/9/2020) kemarin.

Mengaku kondisi berangsur membaik sejak pandemi Covid-19 masuk ke Kabupaten Tegal sekitar bulan April lalu, tapi Hadi menyebut, meski demikian kondisi masih belum stabil terutama mengenai jumlah pengunjung.

Untuk saat ini, penjualan kebutuhan pokok yang paling banyak berkontribusi. Meski secara total belum maksimal.

"Jujur kami saat ini tidak ada pembatasan pengunjung, karena tanpa dibatasi pun jumlahnya masih berkurang yaitu sekitar 40 persen.

Bahkan pada bulan Mei 2020 jauh lebih parah penurunannya, tapi kondisi berangsur membaik meski tidak terlalu signifikan," tutur Hadi Wibowo, pada Tribunjateng.com, Rabu (9/9/2020).

Seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, tidak hanya bagian Fashion yang penjualannya belum stabil, diakui oleh Hadi, pada bagian area bermain dan food court juga mengalami penurunan sangat drastis.

Apalagi di wahana waterboom yang ada di Toserba Yogya Slawi, mengalami penurunan sampai ratusan juta rupiah.

Atau jika dari segi jumlah pengunjung, mengalami penurunan sampai 50 persen.

Apalagi sampai saat ini untuk waterboom juga masih ditutup, bahkan sudah sejak bulan Maret 2020.

"Kalau jumlah pengunjung di kami, rata-rata per hari sebelum pandemi bisa lebih dari 100 orang. Tapi sejak ada pandemi menurun di bawah 100 orang. Sedangkan kalau jumlah pengunjung di waterboom rata-rata per hari sebelum ada pandemi di atas 8 orang, setelah pandemi tutup total," jelasnya.

Ditanya mengenai penerapan protokol kesehatan di tempatnya, Hadi mengungkapkan, sudah sejak awal pandemi Covid-19 masuk ke Kabupaten Tegal, pihaknya sudah memberlakukan seperti menyediakan tempat cuci tangan plus sabun, mengukur suhu tubuh, menyediakan tanda-tanda atau lambang untuk menjaga jarak di area Kassa.

"Kami mematuhi semua aturan yang ada, terutama di pemerintah Kabupaten Tegal, karena demi kebaikan bersama. Maka dari itu, karena masih termasuk dilarang untuk umum karena beresiko, sehingga waterboom masih kami tutup," imbuhnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved