Breaking News:

33 Objek Bernilai Sejarah di Kabupaten Semarang Diajukan Jadi Cagar Budaya

TACB Kabupaten Semarang ajukan puluhan objek untuk ditetapkan sebagai benda atau bangunan cagar budaya.

TRIBUNJATENG/SUHARNO
Tribun Jateng memberikan edukasi cerdas bermedia sosial di SMP Negeri 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (9/3/2017). Gedung SMP ini salah satu objek bernilai sejarah yang diajukan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Semarang mengajukan puluhan objek yang memiliki nilai sejarah untuk ditetapkan sebagai benda atau bangunan cagar budaya dari Bupati Semarang.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Semarang Tri Subekso mengatakan dari total sebanyak 33 objek yang diajukan mayoritas telah melalui kajian dan memenuhi unsur cagar budaya.

"Rata-rata sesuai kajian mengarah ke periode klasik tua atau Hindu-Budha yang diperkirakan berlangsung pada abad 8-10 Masehi," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (11/9/2020)

Menurut Subekso, diantara puluhan objek itu di antaranya bangunan SMP Negeri 1 Ungaran. Kemudian yang masih dalam kajian karena statusnya rumah pribadi ialah rumah mantan Kades Pager, Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

Ia menambahkan, sisanya ada objek bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Ambarawa dan Gereja Kristen Jawa Ambarawa. Adapun bangunan yang masih perlu kajian melibatkan instansi terkait adalah Benteng Willem I Ambarawa.

"Ketika datanya sudah lengkap, kemungkinan tahun ini bisa diajukan dan ditetapkan sebagai benda atau Bangunan Cagar Budaya (BCB)," katanya

Dikatakannya, pihaknya berusaha melakukan pendataan BCB di Kabupaten Semarang sebagaimana Perda Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Cagar Budaya. Perda itu juga mengatur tentang penetapan cagar budaya oleh Bupati Semarang.

Subekso menyatakan, baru-baru ini juga ditemukan sebuah yoni dengan dimensi panjang dan lebar 71 sentimeter, serta tinggi 69 sentimeter di Lingkungan Ngablak, Candirejo, Ungaran Barat.

"Kondisinya sudah nampak di permukaan, masih tergolong utuh dan terawat. Lokasinya masih berada di pekarangan warga di belakang TPU Sasanalaya Girilayu, Candirejo, Ungaran Barat,” ujarnya

Temuan itu lanjutnya, mencerminkan periode Hindu-Budha di wilayah tersebut dengan toponimi atau asal-usul nama tempat dalam hal ini Candirejo. Termasuk temuan pipi tangga di areal persawahan aset milik Pemkab Semarang. (*)
 

--

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved