Breaking News:

Berita Solo

Ini Alasan Walikota Solo Ogah Tiru Anies Baswedan Terapkan PSBB Meski Kasus Corona Meningkat

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memastikan ogah meniru langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar

TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo memastikan ogah meniru langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali.

"PSBB tidak perlu," tegas Rudy sapaan akrabnya kepada TribunSolo.com, Jumat (11/9/2020).

Menurut orang nomor satu di kampung halaman Presiden Jokowi itu, dirinya mempunyai alasan khusus mengapa enggan menerapkan PSBB meski resiko penularan Covid-19 akhir-akhir ini kembali meroket.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Farid Tewas Kecelakaan Tabrak Bokong Truk Lalu Ditabrak Civic

Saldo Tabungan Puluhan Nasabah Bank di Pekalongan Mendadak Hilang, Ini Penjelasan Aestika

Kabar Duka, Artis Malaysia Sandra Dianne Meninggal Jelang Ulang Tahun, Derita Ini Akibat Kecelakaan

Kepala Manyung Bu Fat Semarang Jadi Klaster Baru Covid, 25 Orang Diswab, Bagaimana Nasib Pengunjung?

"Ekonomi kita bergeliat terus, kalau kita PSBB ekonomi kita mati," jelas dia dengan tegas.

Rudy sendiri terus mewanti-wanti masyarakat Solo agar tak kendor melaksanakan protokol kesehatan Corona.

"Kemarin saya ke pasar untuk mengingatkan menggunakan masker, kalau ada pembeli tidak pakai masker suruh balik atau suruh pakai maskernya dulu," tambahnya.

"Kalau para pedagang tidak mau menegur yang rugi siapa? Yang rugi pedagang, makanya saling mengingtkan," harap dia.

Termasuk hari ini Pemkot sudah melaksanakan sanksi ketat kepada mereka yang tidak memakai masker, di antaranya dengan membersihkan sungai hingga drainase.

"Mulai hari ini ada Justisi masker, intruksi dari Perwali langsung ditetapkan," imbuhnya.

"Mudah-mudahan resikonya Covvid-19 menjadi turun," pungkas Rudy.

Meskipun tidak menerapkan PSBB, pihaknya membuka kemungkinan terburuk karena angka Covid-19 sudah menembus 520 kasus.

Salah satu yang dipertimbangkan, mengalihfungsikan Graha Wisata Niaga di Sriwedari do Jalan Slamet Riyadi yang beberapa waktu lalu sempat dipakai untuk karantina ODP (Orang Dalam Pemantauan).

"Solo yang dirawat 40 orang, kalau sampai terjadi outbreak Graha Wisata Niaga kita fungsikan jadi rumah sakit darurat," kata dia.

"Nantinya RSUD Bung Karno full Covid-19, di sana ada 200 bad," tambahnya. (*)

 Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ogah Tiru Gubernur DKI Anies Baswedan, Wali Kota Solo FX Rudy : PSBB Tak Perlu, Ekonomi Bisa Mati

Segera Berlangsung Live Streaming MolaTV & NetTV, Timnas U-19 Indonesia Vs Arab Saudi Kick Off 21.00

Inul Daratista blak-blakan Ingin Bantu Nella Kharisma Dapat Banyak Pekerjaan

Warung Kepala Manyung Bu Fat Klaster Baru Covid-19 di Kota Semarang, Ini Instruksi Kompol Iman

Pati Masuk Zona Risiko Tinggi Covid-19, Bupati Haryanto Sebut Akan Ada Penerapan Jam Malam

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved