Breaking News:

Bapaslon Harus Jalani Verifikasi, KPU Kendal: Kami Tunggu Hasil Tes Kesehatan dari RSUP dr Kariadi

Sebelum ditetapkan, para bakal calon masih harus mengikuti sejumlah prosedur verifikasi oleh petugas KPU setempat

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebelum ditetapkan menjadi pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada serentak, para bakal calon masih harus mengikuti sejumlah prosedur verifikasi oleh petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Tak terkecuali di Kabupaten Kendal.

Pada Pilkada Kendal 2020 ini tercatat 3 bakal calon pasangan yang sudah mendaftar di KPU. Mereka dihantarkan oleh masing-masing partai politik pengusung maupun pendukung pada 4-6 September lalu untuk bisa menjalani proses verifikasi pencalonan dan ditetapkan sebagai calon pasangan pada 23 September nanti.

Meski berkas syarat pencalonan ketiganya telah diterima KPU, namun semua bacalon masih harus mengikuti prosedur verifikasi syarat calon, seperti contoh melakukan tes kesehatan di RSUP dr Kariadi Kota Semarang pada 8-9 September.

Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria, mengatakan ketiga bakal pasangan calon sedianya sudah menjalani proses tes kesehatan. Akan tetapi, hasilnya baru bisa diketahui pada 12 September nanti setelah pihak Kariadi mengirimkan laporan kepada KPU Kendal.

"Setelah hasil laporan kesehatan diterima KPU, verifikasi syarat calon bisa disimpulkan dan diumumkan kepada masing-masing bakal calon pasangan sehari setelahnya," terangnya di Kendal, Jumat (11/9/2020).

Apabila ditemukan berkas yang kurang sesuai sebagaimana yang dipersyaratkan, bakal pasangan calon bisa melakukan perbaikan pada 14-16 September.

"Setelah dilakukan perbaikan, kemudian KPU kembali melakukan verifikasi berkas. Dan dilakukan penetapan pada 23 September serta pengundian nomor urut sehari setelahnya," kata Hevy.

Hevy menegaskan, pada pengumuman penetapan calon maupun pengundian nomor urut, tim kampanye tidak diperkenankan memasuki wilayah Kantor KPU Kendal.

Sebagaimana pada prosesi pendaftaran, hanya ada 6-10 orang yang diperbolehkan masuk ke wilayah Kantor KPU. Mereka adalah pasangan calon, ketua kampanye, LO, dan ketua partai politik masing-masing yang mendukung maupun mengusung paslon.

Pihaknya juga telah berkordinasi dengan Polres Kendal dan Kodim 0715/Kendal untuk menjaga ketat proses berjalannya kegiatan agar tidak terjadi perselisihan satu sama lain. Selain itu, petugas juga akan memantau dan membatasi pergerakan masing-masing tim pasangan calon agar tidak berkumpul pada satu tempat.

"Kita berharap setiap tim pasangan calon agar tidak bawa massa. Semua juga bisa disaksikan melalui streaming sosial media KPU Kendal. Dan ini perlu adanya kesadaran masing-masing pihak," tutupnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved