Breaking News:

Prakiraan Cuaca

Ada Potensi Hujan Ringan Sore-Malam, Prakiraan Cuaca di Jawa Tengah Minggu 13 September 2020

Berikut prakiraan cuaca dan peringatan dini di Jawa Tengah hari ini, Minggu (13/9/2020), dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Ilustrasi- Langit tampak cerah berawan di wilayah Ambarawa, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut prakiraan cuaca dan peringatan dini di Jawa Tengah hari ini, Minggu (13/9/2020), dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut Forecaster BMKG Kelas II Ahmad Yani Semarang Triyotomo, langit pada umumnya diprakirakan cerah berawan.

Namun ada potensi hujan ringan di sebagian wilayah pegunungan tengah Jateng dan Jateng bagian timur.

Sementara itu, laman prakiraan cuaca memperlihatkan potensi hujan lokal saat malam hari berada di Banjarnegara dan Purbalingga.

Suhu udara berkisar antara 20 dan mencapai 35 derajat Celcius.

Suhu udara terendah bisa mencapai sekitar 21 derajat Celcius berada di wilayah Banjarnegara dan Wonosobo.
Sedangkan suhu udara tertinggi berada di wilayah Blora, Demak, Jepara, Rembang dan Semarang yang bisa mencapai 35 derajat Celcius.

Kelembaban udara di seluruh wilayah berkisar antara 45 hingga 95 persen.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini adanya potensi potensi gelombang tinggi 1.25 - 2.5 m di wilayah Laut Jawa bagian Tengah dan 4.0 - 6.0 m di wilayah Perairan Selatan Jateng.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa untuk musim penghujan terutama di Kota Semarang diperkirakan terjadi pada sekitar akhir Oktober 2020.

“Untuk masa peralihan normalnya sekitar satu bulan sebelum masuk musim hujan,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (6/9/2020).

BMKG juga menyebutkan sejumlah penyebab turunnya hujan saat musim kemarau.

”Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali.
Kesan kemarau yang kering kadangkala menjadi bias manakal diselingi turunnya hujan selama beberapa hari.
Adanya perkembangan dinamika cuaca akibat hadirnya pola gangguan atmosfer di wilayah ekuator tropis dapat menghasilkan hujan di wilayah yang tengah mengalami musim kemarau,” tulis BMKG. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved