Breaking News:

Implementasi Kampus Merdeka, UKSW Salatiga Gandeng Koperasi KEREN dan ASPARINDO

UKSW Salatiga menjalin kerjasama dengan Koperasi Kayana Reswita Nitya (KEREN) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia.

Istimewa
: Rektor UKSW Salatiga Neil Semuel Rupidara bersama Ketua Umum Koperasi KEREN Prof J.W. Saputro saat melakukan penandatangan perjanjian kerjasama di Ruang Bina Karya Gedung Administrasi Pusat UKSW, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menyikapi pencanangan kampus merdeka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga menjalin kerjasama dengan Koperasi Kayana Reswita Nitya (KEREN) dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara mengatakan kerjasama ini adalah kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar tidak hanya dari dosen di kelas, tetapi juga belajar mandiri dari sumber eksternal.

“Ini akan memperkaya mahasiswa karena mereka akan terjun langsung di lapangan, melihat dan melakukan langsung, tidak hanya mendengar. Membuat mahasiswa dekat dengan realita dan memperkaya pengetahuan mereka,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Minggu (13/9/2020)

Pembantu Rektor IV UKSW Bidang Kerjasama dan Internasionalisasi Joseph Ernest Mambu, S.Pd menambahkan kerjasama tidak lain untuk mewujudkan tridharma perguruan tinggi dalam rangka implementasi kurikulum merdeka belajar : kampus merdeka.

"Kerjasama ini diwujudkan dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan, pendampingan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu, kerjasama juga dilakukan dalam hal penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya, penyelenggaraan kegiatan karya ilmiah, kajian ilmiah, seminar dan lokakarya; surveyor kegiatan pilot project penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), magang dan kegiatan lain yang diperlukan masyarakat,” katanya

Ketua Umum Koperasi KEREN Prof J.W. Saputro menyambut baik jalinan kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini adalah terobosan sinergi indah antara kampus dan akademisinya, dengan BUMN dan kementerian.

"Kehormatan bagi kita semua dan semoga kolaborasi ini menjadi pionir, UKSW membantu petani dalam rangka kegiatan kampus merdeka. Kita akan memberikan yang terbaik,” ujarnya

Kerjasama yang dijalin ini lanjutnya, juga merespon kondisi saat ini dimana pandemi Covid-19 telah mempengaruhi semua lini perekonomian Indonesia.Permasalahan yang dihadapi pegiat ekonomi seperti petani adalah permasalahan pemasaran, distribusi maupun aspek permodalan.

Koperasi kata dia, bisa menjadi solusi untuk mengatasinya dimana yang diperlukan dalam era digital seperti sekarang ini adalah koperasi yang mampu memberikan akses mudah bagi anggota, serta memiliki sistem yang dapat mengendalikan penggunaan dana koperasi.

"Koperasi Digital Nasional yaitu Koperasi KEREN merupakan suatu koperasi yang dibentuk oleh Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO) bersama Institut 1945. Koperasi KEREN memiliki platform digital untuk pengelolaan koperasi berskala nasional," jelasnya

Dengan permasalahan yang dihadapi petani tersebut, maka diperlukan pendampingan dari kaum millenial yang memiliki kepedulian pada petani. Generasi millenial yang berpotensi menjadi pendamping petani secara berkelanjutan adalah dari sivitas akademika kampus.

"Pendampingan petani dapat dilakukan oleh mahasiswa dan didampingi dosen. Kegiatan pendampingan ini juga merupakan bagian dari implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Permendikbud No.3 Tahun 2020)," tandasnya. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved