Breaking News:

Berita Pati

Bageng Siap Jadi Desa Wisata Baru di Pati, Tawarkan Agrowisata Jeruk Pamelo dan Air Terjun Banyulawe

Tim penilai desa wisata dari Pemkab Pati berkunjung ke Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Senin (14/9/2020).

TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Tim Penilai Desa Wisata Kabupaten Pati berkunjung ke Air Terjun Banyulawe, Dukuh Pondokan, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Tim penilai desa wisata dari Pemkab Pati berkunjung ke Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Senin (14/9/2020).

Dalam kunjungan tersebut, tim penilai melihat kelayakan Bageng sebagai desa wisata.

Mereka mendatangi homestay, melihat pentas kesenian khas desa, dan melancong ke dua objek wisata andalan yang ditawarkan Desa Bageng.

Dua objek wisata andalan tersebut ialah Air Terjun Banyulawe dan kebun jeruk pamelo yang telah dilengkapi taman dan gazebo.

Kepala Desa Bageng Kusmanto mengatakan, pihaknya optimistis Desa Bageng layak jadi desa wisata.

Hal itu lantaran menurutnya Bageng memiliki aneka potensi wisata yang cukup menjual, mulai dari agrowisata kebun jeruk pamelo, wisata edukasi kopi, hingga air terjun Banyulawe di Dukuh Pondokan.

Selain itu, menurutnya fasilitas wisata juga sudah cukup memadai untuk menyambut wisatawan. Homestay, papan informasi wisata, objek kuliner, oleh-oleh, tempat ibadah, pemandu wisata, hingga camping ground, semuanya telah tersedia.

”Sudah ada 16 rumah yang difungsikan sebagai homestay, baik di Bageng maupun di Dukuh Pondokan. Harapan kami, Desa Bageng bisa ditetapkan menjadi desa wisata. Kami optimistis bisa maju,” ujar Kusmanto.

Sementara, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Heri Muktiyo mengungkapkan, tahun ini terdapat dua desa yang mengajukan penilaian untuk menjadi desa wisata, yakni Bageng dan Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal.

”Untuk menjadi desa wisata butuh proses. Selain itu ada kriteria tertentu yang mesti dipenuhi. Karena itulah kami melakukan pengecekan di lapangan. Apakah sudah layak atau belum, sudah sesuai atau belum,” kata dia.

Untuk diketahui, anggota tim penilai yang turun tidak hanya dari Dinporapar, melainkan juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati.

Nantinya, lanjut Heri, setelah resmi ditetapkan sebagai desa wisata melalui SK Bupati, akan dilakukan pengembangan-pengembangan lebih lanjut. Tunjuannya supaya desa wisata yang ditetapkan bisa berkembang dan benar-benar layak jual.

Dengan demikian, banyak wisatawan akan berkunjung. Dampaknya, pendapatan asli daerah akan meningkat. Selain itu, manfaat ekonomi juga bisa dirasakan masyarakat setempat. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved