Breaking News:

Empat PAC Pemuda Pancasila Kota Semarang Minta Tergugat Tunjukkan SK Asli

Mediasi terakhir gugatan empat PAC Pemuda Pancasila Kota Semarang ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kembali gagal.

TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Anggota Pemuda Pancasila menggeruduk Pengadilan Negeri (PN) Semarang saat sidang mediasi, pekan lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mediasi terakhir gugatan empat PAC Pemuda Pancasila Kota Semarang ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kembali gagal, Senin (14/9/2020). Dengan begitu, gugatan dilanjutkan ke sidang pembuktian.

Dalam sidang pembuktian nantinya, perwakilan penggugat dari PAC Pemuda Pancasila Mijen, Aris Soenarto meminta para tergugat bisa menunjukkan SK kepengurusan yang asli saat pelaksanaan Muscab Pemuda Pancasila Kota Semarang yang digelar Agustus 2019.

"Kami minta mereka menunjukkan SK asli saat pelaksanaan Muscab PP Kota Semarang 30 Agustus 2019. Apakah SK masih berlaku dan otentik. Bila SK yang ditunjukkan tidak sesuai, maka kami tolak," kata Aris usai sidang mediasi terakhir di PN Semarang.

SK asli yang dimaksud, kata Aris, yaitu SK Kepengurusan dari MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang dan MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, saat pelaksanaan Muscab. Saat itu, MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang diketuai Joko Santoso dan Moch Imron sebagai sekretaris.

Terkait batalnya mediasi terakhir, Aris menuturkan, dikarenakan para tergugat tidak hadir secara langsung. Mereka yaitu ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang, ketua MPO Pemuda Pancasila Kota Semarang dan ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah.

"Kami menyesalkan ketidakhadiran para tergugat prinsipal, dan hanya mewakilkan melalui kuasa hukum saja. Karena sesuai permintaan hakim mediator, semua prinsipal harus hadir," ucapnya.

Senada, penggugat dari PAC Pemuda Pancasila Pedurungan, Desmon Osber juga menyayangkan ketidakhadiran para tergugat secara langsung. Padahal, hal itu menjadi perintah dari hakim mediator.

"Kemarin para tergugat bilang kalau kami tidak serius. Sekarang kami serius malah tergugat tidak hadir di pengadilan. Ini tanda kalau para tergugat tidak menghormati pengadilan," tegasnya.

Sementara itu dari pihak tergugat, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang melalui Sekretaris BPPH Pemuda Pancasila Kota Semarang, Achmad Teguh Wahyudin mengatakan, mediasi terakhir memang gagal karena tergugat tidak hadir secara langsung.

"Tergugat 1-3 memang hadir hanya kuasanya. Prinsipal tergugat tidak hadir karena sudah memberikan kuasanya ke kami selaku kuasa hukumnya," katanya saat dikonfirmasi.

Dengan gagalnya mediasi terakhir tersebut maka gugatan akan dilanjutkan ke sidang pembuktian yang rencananya digelar 24 September mendatang dengan agenda pembacaan gugatan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved