Breaking News:

Maftukhin Dorong Ibu Rumah Tangga di Kendal Jadi Pionir UMKM

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga Kecamatan Pegandon kembali mengadakan pelatihan membuat wingpoh.

Istimewa
Sejumlah ibu rumah tangga sedang praktik membuat olahan aneka kue dari bahan dasar pohung atau singkong di PKBM Bina Warga Pegandon, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga Kecamatan Pegandon kembali mengadakan pelatihan membuat wingpoh atau wingko pohung dan aneka olahan singkong lainnya, Senin (14/9/2020) di ruang praktek SMK PGRI 02 Pegandon.

Ketua PKBM Bina Warga, Maftukhin mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan guna meningkatan kualitas hidup perempuan usia produktif atau di bawah 45 tahun. Ia juga ingin ibu rumah tangga di Kendal khususnya di Kecamatan Pegandon menjadi pionir UMKM dengan produktifitas yang bernilai jual.

Seperti halnya membuat jenis olahan dari singkong berupa wingpoh, bolu kukus singkong, puding singkong maupun cake singkong.

"Peogram ini diikuti 50 peserta dengan membuat olahan singkong. Kami memilih olahan dari singkong karena tanaman singkong di sekitar cukup banyak," terangnya di lokasi.

Kata Maftukhin, dengan bekal keterampilan membuat kue pada nantinya bisa dijadikan bekal untuk membuka usaha sampingan di rumah maupun toko, sehingga bisa menambah penghasilan keluarga.

"Setelah ini, untuk membantu penjualannya nanti rencana akan membuat lapak-lapak kuliner sebagai wadah untuk memasarkan hasil olahan," ujarnya.

Sementara itu, pelatih ketrampilan Siti Nurzaziroh mengatakan, berbagai olahan singkong seperti wingpoh, bolu, puding dan lainnya merupakan olahan yang cukup banyak digemari masyarakat. Sehingga dalam pemasarannya nanti akan lebih mudah lantaran banyak yang menyukai aneka jajanan tersebut.

Selain itu, kata Siti, makanan yang terbuat dari singkong mempunyai nilai kandungan gizi yang bagus dan akrab dengan semua lapisan masyarakat.

"Walaupun berbahan singkong, kita tahu dengan olahan yang tepat bisa mengahasilkan makanan yang berkualitas. Apalagi dibuat semenarik mungkin sehingga banyak orang yang penasaran dengan makanan ini. Kita harap nantinya hasil pelatihan dapat berkembang dengan usaha masing-masing di bidang produktifitas kuliner," tuturnya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved