Breaking News:

Berita Pendidikan

Nasib Guru Honorer di Tengah Peningkatan Dana Pendidikan: Saya Dibayar 600 Ribu Sebulan, Itu Mending

Fakta di lapangan menunjukan, guru honorer dengan tugas memberikan hak pendidik bagi pelajar, masih jauh dari kata sejahtera

TRIBUN JABAR
ilustrasi guru honorer mengajar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anggaran pendidik tahun depan akan ditambah menjadi Rp 549,5 trilun, alokasi dana tersebut tertuang pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

Dari data RAPBN yang disusun Tim Kemenkeu Agustus lalu, total alokasi itu meningkat dibanding outlook dana pendidikan tahun ini yang mencapai Rp 547,8 trilun.

Sebagian dana tersebut akan disalurkan untuk kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT), dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di sektor pendidikan tahun depan, dengan sasaran 274 ribu orang.

PD Nyanyi di Organ Tunggal, DPO Kasus Pencurian Dibekuk Polisi Banjarnegara, yang Diembat Rokok - Hp

China Sulit Berkelit Lagi Soal Asal Corona dari Laboratorium Wuhan, Mantan Ilmuwannya Beberkan Ini

Satu per Satu Sopir-sopir Mobil Mewah di AS Ditembak Mati, Polisi Masih Menyelidiki Misteri Ini

BREAKING NEWS: Mayat Perempuan Ditemukan di Kalibanteng, Anaknya Terus Menangis di Samping Jasad

Jumlah yang dibidik pemerintah dalam RAPBN tahun depan, sama dengan total sasaran GTT dan PTT pada tahun ini.

Mengacu pada data RAPBN, sejumlah pengajar GTT atau honorer pesimis kesejahteraan mereka bisa meningkat, meski pemerintah menambah suntikan alokasi dana pendidikan.

Fakta di lapangan menunjukan, guru honorer dengan tugas memberikan hak pendidik bagi pelajar, masih jauh dari kata sejahtera.

Bahkan menyoal gaji, masih banyak pahlawan pendidikan honorer hanya mendapatkan Rp 600 ribu setiap bulannya.

Paulus Tri satu di antara pengajar honorer asal Kota Semarang misalnya, yang mendapatkan gaji Rp 600 ribu untuk jasa mengajarnya setiap bulan.

"Bayaran saya perjam Rp 25 ribu, ya kalau di kalikan 24, paling dapat Rp 600 ribu setiap bulannya," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (14/9/2020).

Dilanjutkannya, dengan gaji Rp 600 ribu, Paulus masih beruntung, pasalnya masih banyak GTT yang hanya mendapat jatah mengajar 12 jam setiap bulannya.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved