Breaking News:

Liga 1

Respons Rene Alberts Pelatih Persib Bandung Soal Klub Indonesia Tak Dapat Jatah Liga Champion Asia

Semua Klub sepak bola di Indonesia harus kehilangan kesempatan untuk tampil di Liga Champions Asia (LCA) 2021.

PERSIB.CO.ID
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, memberikan keterangan selepas pertandingan melawan Arema FC pada laga tunda pekan ke-21 Liga 1 2019, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, 12 November 2019. 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Semua Klub sepak bola di Indonesia harus kehilangan kesempatan untuk tampil di Liga Champions Asia (LCA) 2021.

Hal ini dikarenakan Indonesia hanya menempati peringkat 13 Zona Timur atau 38 dari seluruh Benua Asia.

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengatakan, hal ini merupakan imbas jangka panjang dari pembekuaan PSSI oleh FIFA pada 2015.

Ketua RT Ungkap Keseharian Alfin Andrian Penusuk Ulama Syekh Ali Jaber Saat Isi Pengajian di Lampung

1 Pasien Positif Corona Klaster Warung Soto Lamongan di Yogyakarta Meninggal Dunia

Kemana Polisi Saat Penusukan Ulama Syekh Ali Jaber di Lampung? Panitia dan Kapolresta Saling Lempar

Bawa Sabu ke Tempat Kos, Dua Pemuda Purbalingga Dibekuk Polisi di Banjarnegara

"Indonesia tidak punya jatah untuk Liga Champions Asia itu tentunya dimulai karena sempat disanksi FIFA," ujar Robert setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (14/9/2020).

Robert menambahkan, tim-tim yang mewakili Indonesia di kompetisi Asia memang harus bertarung dulu sebelum tampil di panggung utama lewat sistem kualifikasi.

"Kami harus berbenah meningkatkan kapasitas untuk bermain di Liga Champions Asia karena di sana ada tim dari KOrea Selatan, Jepang, tim dari Timur Tengah, tentu berbeda levelnya dengan tim dari Asia Tenggara," katanya.

Di samping itu, Robert mengungkapkan, kick off kompetisi Liga 1 sebenarnya sudah sangat ideal di tengah pandemi corona seperti sekarang.

Hanya saja ia mengkritisi jadwal pertandingan yang sangat padat karena Liga 1 harus selesai pada Februari 2021.

"Secara pribadi saya tidak memahami itu. JIka melihat kenyataan di liga yang harus berkendara bolak-balik pulau Jawa dan menghabiskan banyak waktu di bus dan itu akan melelahkan bagi pemain, waktu mereka berlatih juga berkurang," ucapnya.

Menurutnya, kompetisi seharusnya bisa diperpanjang hingga Maret atau April. Sehingga klub tidak akan kelelahan dengan padatnya kompetisi.

"Meningkatkan kualitas liga dan level liga juga akan lebih baik. Dengan menggunakan bus, pemain akan sangat kelelahan. Jadi bukan pertarungan di lapangan, tapi melawan perjalanan. Saya berpikir liga ini menyiksa," ucapnya.

"Seperti yang sebelumnya sudah saya katakan, tidak ada yang yang meminta saran dari kami orang-orang yang benar-benar bekerja di sepak bola, yang tahu kenyataannya bagaimana harus duduk di bus lalu melakukan persiapan dan melakukan recovery. Jadi bagi kami, seperti yang sudah dikatakan, kami mengikuti instruksi," ujarnya.

Dia memahami, Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 sehingga fokus akan lebih condong ke sana.

"Dan jangan lupa bahwa seharusnya ada Piala Indonesia, tapi tidak ada satupun yang memikirkan itu. Yang mana itu adalah turnamen yang penting juga. Tapi itu pendapat pribadi saya," katanya.(*)

 Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Indonesia Tak Dapat Jatah Liga Champions Asia, Pelatih Persib Bandung Beri Komentar Begini

Satu per Satu Sopir-sopir Mobil Mewah di AS Ditembak Mati, Polisi Masih Menyelidiki Misteri Ini

Maling Ketuk Pintu dan Matikan Listrik agar Penghuni Rumah Keluar lalu Beraksi Todongkan Pisau

Fakta Baru Kasus Ibu Bunuh Anak di Banten, Polisi: Korban Susah Belajar Online

476 Orang Ikuti Tes SKB CPNS Pemerintah Kota Tegal

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved