Breaking News:

Seratusan Pengguna Jalan Terjaring Razia Masker di Pegandon Kendal

Seratusan pengguna jalan di perempatan Kecamatan Pegandon terjaring razia operasi yustisi serentak.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Sejumlah pengguna jalan di perempatan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal terjaring razia yustisi masker serta menjalani hukuman yang diberikan tim gabungan pencegahan covid-19, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak seratusan pengguna jalan di perempatan Kecamatan Pegandon terjaring razia operasi yustisi serentak yang dilakukan tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Kesatuan Bangsa dan Politik, Senin (14/9/2020).

Tim gabungan tersebut merazia warga yang tidak membawa masker maupun yang tidak mengenakan masker untuk diberikan hukuman yang bisa menimbulkan efek jera bagi pelanggar.

Pemerintah Kabupaten Kendal pun telah menyiapkan sanksi tegas berupa denda nominal uang maksimal Rp 200.000. Hal itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Kendal Nomor 67 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Kendal.

Dalam peraturan tersebut pada VI tentang sanksi administratif pasal 9 disebutkan bahwa setiap pelanggar akan dikenakan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif paling banyak Rp 200.000 dan penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan kegiatan.

Kabag Ops Polres Kendal, AKP Winarno Panji Kusumo mengatakan, guna menekan penyebaran covid-19, operasi masker akan rutin digelar minimal tiga kali dalam sepekan.

Pada operasi masker kali ini sudah menerapkan hukuman denda uang dengan nominal kecil sebagaimana tertuang dalam peraturan tersebut. "Sanksi denda sudah diberlakukan sejak kemarin sesuai dengan Perbup yang baru supaya dapat memberikan efek jera agar warga mematuhi protokol kesehatan," ujarnya di lokasi.

Kasi Kebangsaan dan Kewaspadaan pada Kesbangpol Kendal, Puji Sumaryono menambahkan, kali ini pihaknya masih memberikan keringan denda bagi yang terkena razia masker dengan denda sebesar Rp 20 ribu. Khusus di bawah usia 17 tahun, sanksi yang diberikan berupa sanksi sosial, seperti menyapu, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila.

"Kali ini masih ada kebijakan, dendanya hanya Rp 20 ribu," terangnya.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kendal, Ahmad Riyadi menambahkan, operasi yustisi tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya, guna mencegah penyebaran covid-19 yang sampai saat ini belum bisa dibendung laju pertumbuhannya.

"Razia kali ini dipusatkan di Pegandon, dengan melibatkan Satpol PP sebanyak 40 personil, Polri 40 personil, TNI 40 personil dan Dishub 15 personil. Kita akan terus lakukan pencegahan guna menekan penyebaran virus corona," imbuhnya. (*)
 

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved