Breaking News:

PENDIDIKAN

SMK Dipacu Sinergi dengan Pelaku Usaha Lewat Link and Match

Guna meningkat keterserapan lulusan SMK di dunia industri, Pemprov Jateng menggelar MoU dengan Kawasan Industri Kendal (KIK)

TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Seorang pengajar berjalan di halaman SMKN 7 Semarang menuju ruang guru, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka keterserapan lulusan SMK di Jateng terhadap dunia usaha dan industri mencapai 62 persen. Sedangkan 13 persen melanjutkan ke perguruan tinggi, dan 25 lainya terbagi di dunia wirausaha mandiri dan masa tunggu.

Guna meningkat keterserapan lulusan SMK di dunia industri, Pemprov Jateng menggelar MoU dengan Kawasan Industri Kendal (KIK) beberapa waktu lalu. Kerjasama itu juga menjadi program pendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalan program PEN, KIK menjadi proyek prioritas nasional kerjasama antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Singapura.

MoU yang digelar mencakup penyelarasan kurikulum SMK yang link and match dengan kebutuhan industri, pemagangan guru, dan praktik kerja lapangan peserta didik.

Selain itu, pengembangan kelas industri, sertifikasi kompetensi lulusan SMK dan rekruitmen tenaga kerja lulusan SMK pada industri, juga menjadi fokus dalam MoU yang digelar selama 5 tahun itu.

Menurut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam kerjasama 15 perusahaan di wilayah KIK akan mengandeng80 SMK di wilayah Kendal, Batang, dan Kota Pekalongan.

"MoU yang digelar menjadi terobosan di masa pandemi Covid 19. Industri dengan SMK harus bergerak bersama untuk ikut mengatasi masalah ketenagakerjaan vokasi," paparnya, Senin (14/9).

Dilanjutkannya, agar kompetensi yang diharapkan industri terhadap lulusan SMK sesuai dengan kebutuhan, industri dapat mengembangkan teaching industri di sekolah atau kelas industri di SMK.

"Atau bisa pelaku industri menjadi guru tamu di SMK, ikut serta merancang kurikulum di SMK. Kami berharap melalui MoU langkah baru dunia pendidikan dan industri semakin terbuka dan sinergis," paparnya.
Adapun dalam siaran tertulisnya, Presdir KIK Kendal, Stanley Ang, menyampaikan terima kasihnya atas dukungan dan kepercayaan Pemprov Jateng.

Pertumbuhan ekonomi
Stanley juga berjanji untuk terus mengembangkan KIK guna mendukung pertumbuhan ekonomi Jateng, serta berkontribusi terhadap pembangunan di daerah.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengapresiasi program tersebut secara positif.
"MoU yang dilakukan juga berkontribusi dalam implementasi tuntas kebijakan dan gerakan link and match dunia pendidikan dan dunia industri serta dunia kerja," paparnya.

Turut disinggungnya, sistem Ijon yang diterapkan dalam MoU Pemprov Jateng dan KIK, mendukung konsep link and match dari Kemendikbud.

"Sistem tersebut merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal 4 strategi dasar link and match," ujarnya.

Dilanjutkannya, beberapa hal yang harus dipenuhi untuk meningkatkan link and match, seperti sinkronisasi kurikulum, dengan menghadirkan guru atau dosen tamu dari kalangan industri minimal 50 jam setiap semester.

"Selain itu program magang minimal 1 semester, serta uji kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, baik guru dan dosen wajib dilakukan untuk mengembangkan program kerjasama dunia pendidikan dan industri," katanya.
Wikan menambahkan, sinergi seluruh pihak dan stakeholder sangat dibutuhkan untuk mempercepat dampak positif dan signifikan dalam MoU dunia pendidikan dan industri.
"Link and match juga akan menguntungkan seluruh pihak, khususnya pihak industri, serta masa depan dan karir lulusan di dunia kerja," tambahnya. ( bIud SUSANTO))

Penulis: budi susanto
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved