Breaking News:

Liputan Khusus

Begini Tanda-tanda Orang Coba Bunuh Diri dan Solusi Penanganannya

Hesti Anggraini Psikiater RSJD Amino Gondohutomo Semarang menerangkan tanda-tanda individu yang akan coba bunuh diri dan solusinya

tribunjateng/faizal m affan
Hesti Anggraini Psikiater RSJD Amino Gondohutomo Semarang menerangkan tanda-tanda individu yang akan coba bunuh diri dan solusinya 

Hesti Anggraini Psikiater RSJD Amino Gondohutomo Semarang menerangkan tanda-tanda individu yang akan coba bunuh diri dan solusinya

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masyarakat bisa mencegah seseorang melakukan tindakan bunuh diri dan menyelamatkannya. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui ciri atau faktor risiko individu yang rentan, untuk melakukan atau percobaan bunuh diri.

Ada tanda-tanda seseorang yang rentan untuk melakukan bunuh diri. Di antaranya kerap membicarakan tentang bunuh diri, cara menyakiti diri sendiri, atau bahkan kematian. Selain itu, orang tersebut biasanya merasa putus asa atau terjebak pada suatu masalah yang tidak bisa dia atasi. Bisa juga cenderung menarik diri dari keluarga atau teman-teman. Ada pula yang mengalami perubahan suasana hati yang cukup drastis. Tiba-tiba mudah marah dan mudah bahagia.

Orang tersebut pola tidurnya cenderung lebih lama dari biasanya, atau bahkan memiliki masalah pola tidur. Jika yang biasanya tidak begitu banyak mengkonsumsi miras, tiba-tiba porsinya semakin banyak juga patut dicurigai.

Terkadang seseorang kalau punya masalah dan ingin melupakan sejenak dengan cara konsumsi miras. Bisa saja hampir tiap hari dia konsumsi miras. Kemudian tanda-tanda lainnya, orang tersebut tiba-tiba akan memberikan barang pribadi kepada orang lain.

Mengatakan selamat tinggal melalui media sosial atau verbal itu juga bisa jadi tanda. Bila tidak, dia punya perilaku merusak atau menyakiti diri sendiri. Tanda-tanda itu yang patut dipahami supaya bisa mencegah terjadinya bunuh diri.

Ada beberapa faktor yang mengakibatkan individu melakukan sebuah tindakan bunuh diri. Faktor pertama karena genetik maupun keturunan. Ketika menghadapi seseorang yang memiliki faktor genetik, biasanya saya akan merunut riwayat anggota keluarga. Dari sisi genetik, bisa jadi, ada anggota keluarga yang mudah putus asa. Bisa orangtua atau kakek neneknya. Yang seperti ini biasanya pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.

Kemudian ada pula faktor gangguan jiwa yang disebabkan karena kondisi depresi yang sangat berat. Bisa karena menghadapi masalah eskternal maupun internal. Saya pernah menangani pasien dengan depresi berat karena orangtuanya kerap bertengkar. Itu karena faktor eksternal yang berimbas pada kehidupannya. Sebab saat orangtua sedang bertengkar, dia merasa ikut bersalah karena tidak bisa melakukan apa-apa.

Dendam yang tak terlampiaskan juga bisa menjadi faktor pemicu. Bila bisa melampiaskan maka orang tersebut akan menyakitinya. Jika tidak dimungkinkan orang akan bunuh diri.

Faktor kerap dibully juga bisa menjadikan seseorang punya niatan bahkan mencoba melakukan bunuh diri. Maka, jangan pernah menganggap remeh bully. Walau kesannya seperti sedang bercanda, tapi sebenarnya itu sangat menyakiti orang tersebut. Apalagi jika dilakukan secara berulang-ulang.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved