Breaking News:

Berita Semarang

Beri Pelatihan Kepada Industri Kuliner, Tia Hendi Minta Pengelola Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Pelatihan tersebut digelar selama tiga hari mulai Selasa (15/9/2020). Selain pelatihan, para peserta juga dilakukan pembinaan selama tiga bulan

TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi membuka pelatihan bagi pelaku pariwisata di bidang kuliner di Hotel Arkenzo, Selasa (15/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang memberikan pelatihan kepada pelaku pariwisata di bidang kuliner untuk dapat meningkatkan potensi dan kreatifitas terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Pelatihan tersebut digelar selama tiga hari mulai Selasa (15/9/2020). Selain pelatihan, para peserta juga dilakukan pembinaan selama tiga bulan.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi industri pariwisata khususnya bidang kuliner. Menurutnya, kuliner tetap dapat berjalan namun harus dengan konsep yang inovatif.

"Sekarang harus clean, safe, dan healthy. Mulai dari mencari bahan baku, mengolah sampai penyajiannya dan cara menikmati kulinernya," terang Iin, sapaannya.

Dia mengimbau seluruh pelaku kuliner untuk berhati-hati saat berbelanja bahan baku dan benar-benar melakukan pengolahan secara steril. Penyajian makanan berupa prasmanan harus diperhatikan mengingat fasilitas dipakai bersama.

"Penyajian prasmanan atau mengambil sendiri harus diperhatikan karena sendoknya bergantian," ucapnya.

Pengaturan tempat duduk, sambung Iin, juga harus dilakukan agar antar pengunjung dipastikan menjaga jarak satu dengan yang lain. Dia meminta, pengelola kuliner tak bosan mengingatkan pengunjung untuk memakai masker usai menyantap kuliner.

Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi turut memberikan motivasi kepada para pelaku pariwisata. Menurutnya, Pemerintah Kota Semarang telah memikirkan upaya secara maksimal agar kegiatan perekonomian tetap berjalan namun tidak terjadi penyebaran Covid-19.

Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) ini, sambungnya, merupakan upaya agar pelaku industri kuliner tetap bisa berjalan.

"Kuncinya satu yaitu protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Jangan sampai timbul klaster baru. Kita harus menyikapi tamu yang tidak memakai masker, tamu yang suhunya diatas 38 derajat, pengelola harus tahu apa yang dilakukan," papar Tia.saat membuka pelatihan bagi para pelaku industri pariwisata.

Dia berharap, pariwisata di Kota Semarang semakin meningkat meski di tengah pandemi. Pasalnya, sektor pariwisata juga menjadi penyumbang APBD yang cukup tinggi yakni pada kisaran 30 persen. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved