Breaking News:

BP Jamsostek Kendal Catat Keluarkan JHT Rp 37,9 Miliar dan JKK Rp 1,17 Miliar Sepanjang 2020

BP Jamsostek cabang Kabupaten Kendal mencatatkan pembayaran klaim jaminan hari tua (JHT) sebesa

Istimewa
BP Jamsostek Kendal berikan klaim dana JHT, JKK, dan Beasiswa Pendidikan kepada ahli waris Supriyono seorang pegawai Texmaco Perkasa Enginering Kaliwungu, Selasa (15/9/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) cabang Kabupaten Kendal mencatatkan pembayaran klaim jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp 37,9 miliar dan klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp 1,17 miliar sepanjang 2020.

Kepala BP Jamsostek KCP Kendal, Suriyadi, mengatakan jumlah tersebut terhitung sejak awal Januari hingga akhir Agustus 2020, masing-masing 4.800 kasus pada program JHT dan 30 kasus pada program JKK

Selain itu, BP Jamsostek Kendal juga telah membayarkan jaminan kematian sebanyak 61 kasus dengan nilai Rp 2,2 miliar, dan jaminan pensiun senilai Rp 799 juta dengan 140 kasus.

Terakhir, pihaknya memberikan hak JKK kepada ahli waris Supriyono seorang pegawai Texmaco Perkasa Enginering Kaliwungu korban kecelakaan beberapa waktu lalu. 

"Uang jaminan klaim kita berikan kepada istri almarhum Supriyono yakni Isyaratun. Klaim yang kami bayarkan kepada ahli waris terdiri atas jaminan kecelakaan kerja Rp 145 juta, jaminan hari tua Rp 12 juta, dan beasiswa pendidikan Rp 12 juta/tahun," katanya di Kendal, Selasa (15/9/2020).

Dengan terbayarnya klaim yang menjadi hak ahli waris, pihaknya berharap dana tersebut bisa membantu ahli waris dan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. 
  
Selain itu, Suriyadi menambahkan, hingga saat ini masyarakat Kendal yang telah menjadi peserta BP Jamsostek sebanyak 51.085 orang. Terdiri dari 33.836 penerima upah, 6.187 bukan penerima upah, 6.357 jasa kontruksi, dan 4.705 pekerja migran.

"Saat ini sudah cukup banyak warga Kendal yang tergabung dalam BP Jamsostek. Manfaat yang didapat dengan menjadi peserta Jamsostek pun banyak," ujarnya.

Sementara itu, Isyaratun menjelaskan, suaminya sekitar 34 tahun menjadi pekerja di Texmaco. Namun, empat tahun lalu suaminya mengalami kecelakaan kerja dan menderita stroke ringan, hingga akhirnya meninggal dunia.
"Kami mencoba mengurus hak suami kurang lebih satu pekan berkas sudah lengkap dan kemudian menunggu pencairan. Hari ini bisa kita terima," katanya. (*)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved