Breaking News:

BPJS Kesehatan Mudahkan Badan Usaha Kelola Data Karyawannya, Melalui Mobile Edabu

Sejak tahun 2015 lalu, BPJS Kesehatan telah merilis Elektronik Data Badan Usaha (Edabu).

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS kesehatan Cabang Semarang, Nur Wulan Uswatun Khasanah, saat ditemui Tribun Jateng, Selasa, (15/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejak tahun 2015 lalu, BPJS Kesehatan telah merilis Elektronik Data Badan Usaha (Edabu) dengan tujuan untuk memudahkan badan usaha dalam mengurus kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pekerjanya.

Kepala Bidang Perluasan Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS kesehatan Cabang Semarang, Nur Wulan Uswatun Khasanah mengatakan saat ini Edabu telah merilis Edabu versi 4.2 untuk memperbaiki berbagai kekurangan dari versi sebelumnya. Aplikasi Edabu terbaru ini memiliki fitur menarik diantaranya cek data kepesertaan, tambah dan edit data kepesertaan, upload massal, approval, laporan rekap iuran, serta cetak kartu dan cetak tagihan.

“Pemberi kerja maupun HRD tak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk mengantri di kantor BPJS Kesehatan setempat karena dapat mengakses https://Edabu.bpjs-kesehatan.go.id/Edabu dimanapun dan kapanpun,” ungkap Wulan kepada Tribun Jateng, Selasa, (15/9/2020).

Ia menambahkan, untuk kepesertaan JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di wilayah Kota Semarang hingga kini telah mencapai 653.311 jiwa dan di Kabupaten Demak sebanyak 242.768 jiwa.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kebutuhan pengelolaan data karyawan oleh badan usaha, baru-baru ini BPJS Kesehatan juga meluncurkan Edabu dalam versi Mobile, yang dikembangkan untuk memberikan fasilitas bagi badan usaha dalam mengakses data pekerjanya. Hadirnya aplikasi ini juga merupakan strategi BPJS Kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19, guna memberikan kemudahan mengakses data melalui media online.

Aplikasi Edabu Mobile ini dapat diunduh melalui Playstore dengan memiliki fitur untuk cek data peserta, riwayat pembayaran, data mutasi, tren pembayaran, dan konten kesehatan. “Namun perlu diketahui untuk Edabu Mobile ini tidak bisa dilakukan untuk mutasi peserta sehingga PIC badan usaha harus tetap menggunakan Edabu versi 4.2,” tambah Wulan.

Wulan menuturkan aplikasi Edabu merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan sebagai bukti dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik, kemudahan akses serta kepraktisan pelayanan bagi peserta program JKN-KIS.

“Selain itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini, BPJS Kesehatan selalu mengembangkan fitur aplikasi Mobile JKN yang saat ini telah ada 14 fitur, meliputi pendaftaran dan informasi kepesertaan serta perubahan data kepesertaan, konsultasi dokter, pendaftaran pelayanan, ketersediaan tempat tidur, jadwal tindakan operasi fitur kartu KIS Digital, tagihan iuran, pembayaran iuran via mobile dan autodebet, skrining riwayat kesehatan dan skrining Covid-19, pengaduan dan permintaan informasi seputar JKN-KIS,” imbuh Wulan.

Adapun BPJS Kesehatan telah meluncurkan dua inovasi layanan baru yaitu Chat Assistant JKN (Chika) dan Voice Interactive JKN (Vika). Chika dapat diakses melalui media sosial seperti Facebook Messenger (BPJS Kesehatan), Telegram (BPJSKes_bot) dan Whatsapp (08118750400), sementara Vika merupakan layanan informasi menggunakan mesin penjawab untuk mengecek status tagihan dan status kepesertaan dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

“Hadirnya Chika dan Vika diharapkan mampu membantu peserta JKN-KIS memenuhi kebutuhannya,” tandas Wulan. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved