Breaking News:

Daihatsu Perkuat Kepedulian Kepada Konsumen dengan Penyemprotan dan Pemberian Disinfektan

Daihatsu terapkan standar baru kepada konsumen dengan menyemprotkan disinfektan dan beri satu botol disinfektan.

Istimewa
Marketing and CR Division Head Astra International-Daihatsu Sales Operation Hendrayadi Lastiyoso (kiri) menyaksikan penyerahan disinfektan dari marketing (tengah) kepada konsumen yang membeli mobil Daihatsu baru, di BSD City, Tangerang Selatan, pada Selasa, (15/9/2020). Daihatsu tidak hanya memberikan perhatian soal protokol kesehatan saat serah terima mobil seusai diservis, tetapi juga ketika mobil diserahkan ke semua customer yang melakukan pembelian kendaraan baru. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Daihatsu menerapkan standar baru penyerahan mobil kepada konsumen dengan menyemprotkan disinfektan dan memberikan satu botol disinfektan kepada pembeli mobil baru. Langkah ini ditempuh sebagai komitmen Daihatsu kepada para konsumen, serta sebagai upaya Daihatsu mencegah penyebaran virus Covid-19 ke semua pembeli mobil baru di seluruh Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Supranoto mengatakan dengan adanya standar baru ini diharapkan kenyamanan konsumen dapat tetap terjaga dan tak perlu was-was.

“Penyemprotan disinfektan di bagian-bagian mobil yang sering disentuh ini akan dilakukan petugas di depan konsumen sebelum mobil tersebut diserahkan. Selain itu, konsumen juga akan mendapatkan satu botol disinfektan yang bisa digunakan oleh konsumen jika diperlukan,” ujar Supranoto, dalam siaran pers tertulisnya, Selasa, (15/9/2020).

Adapun kepedulian Daihatsu kepada konsumen dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 sudah ditunjukkan sebelumnya dengan peneperan protokol kesehatan ketat di area bengkel Astra Daihatsu. Satu diantara konsumen Daihatsu, Cintya Clarissa, mengapresiasi standar baru yang diterapkan oleh Daihatsu. Menurut karyawan sebuah perusahaan swasta ini, langkah yang ditempuh Daihatsu tersebut menunjukkan kepedulian Daihatsu terhadap kesehatan konsumen, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman.

Sementara itu, Marketing and CR Divisian Head AI-DSO, Hendrayadi Lastiyoso mengatakan, selama dua bulan terakhir yakni Juli dan Agustus 2020, penjualan Daihatsu baik retail maupun whole sales cukup baik setelah sebelumnya saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melemah.

“Penjualan retail Daihatsu pada Juli 2020 tercatat sebesar 5.890 unit dan Agustus 2020 sebesar 6.300 unit. Sedangkan penjualan year to date (YTD) Agustus 2020 tercatat sebesar 65.767 unit,” tutur Hendrayadi.

Ia menjelaskan, secara persentase penjualan retail selama Juli hingga Agustus 2020 meningkat 7 persen lebih tinggi dari kenaikan pasar secara keseluruhan yang hanya sebesar 5,2 persen. Sedangkan penjualan YTD Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019, untuk retail turun 42,6 persen, namun masih lebih baik daripada penurunan pasar secara total yakni 46,2 persen.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Gabungan Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah, penjualan whole sale Daihatsu pada Juli 2020 tercatat 1.553 unit dan Agustus 2020 meningkat drastis menjadi 6.651 unit. Sementara, penjualan whole sale YTD Agustus 2020 tercatat 57.978 unit.

Secara persentase, ujar Hendaryadi, penjualan whole sale Daihatsu untuk Juli dan Agustus 2020 meningkat 328,3 persen, jauh di atas kenaikan pasar secara total yang hanya sebesar 47,5 persen. Sedangkan penjualan whole sale Daihatsu untuk YTD Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019 tercatat melemah 49,8 persen. Namun, angka ini masih lebih baik dibanding penurunan pasar yang mencapai 51,1 persen.

Sementara itu, menurut data Gaikindo, secara nasional hingga akhir Agustus 2020, Daihatsu masih tetap bertahan di posisi kedua baik di penjualan retail maupun whole sales, di bawah Toyota yang menempati posisi teratas.

“Laju industri otomotif nasional di masa pandemi Covid-19, terutama bila dibandingkan kuartal II saat PSBB, saat ini memang sudah relatif alami kenaikan. Namun, masih belum sepenuhnya pulih. Menurut saya, industri otomotif baru bisa pulih paling cepat pada semester II 2021,” ujar Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal.

Ditambahkannya, agar perusahaan-perusahaan otomotif termasuk para pemasoknya bisa bertahan, maka pemerintah perlu memberikan stimulus yang tepat bagi mereka. Misalnya saja dengan pemotongan tarif listrik industri, pemotongan pajak, subsidi gaji pegawai, dan lainnya. (*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved