Breaking News:

Ekspor Hasil Perikanan Jateng Terus Alami Peningkatan, Tembus 21 Negara

BKIPM Semarang mencatat adanya peningkatan jumlah ekspor hasil perikanan Jawa Tengah pada Bulan Agustus 2020.

Istimewa
Petugas BKIPM Semarang tengah mengecek mutu produk perikanan yang hendak diekspor. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang mencatat adanya peningkatan jumlah ekspor hasil perikanan Jawa Tengah pada Bulan Agustus 2020. Peningkatan ekspor hasil perikanan jawa tengah pada Bulan Agustus yakni sebesar 19,6 persen dibandingkan Bulan Juli 2020.

Kepala BKIPM Semarang, Raden Gatot Perdana menuturkan bahwa pada Bulan Agustus jumlah ekspor hasil perikanan yang dikirim ke luar negeri dari Jawa Tengah mencapai 3.893 ton. Nilai ekspor yang dikirim itu mencapai 193 miliar rupiah dengan total jenis komoditi yang dikirimkan ada sebanyak 53 jenis.

"Produk perikanan Jawa tengah diserap di 21 Negara tujuan. Namun negara tujuan yang paling banyak menyerap hasil perikanan jawa tengah yakni Tiongkok, Saudi Arabia, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan," katanya Selasa (15/9).

Gatot mengatakan bahwa Tiongkok merupakan negara terbesar yang menyerap hasil perikanan Jawa tengah. Negara Tirai Bambu itu telah menyerap produk perikanan jawa tengah sebanyak 652 ton. Namun di bawahnya ada Arab Saudi yang menyerap ekspor perikanan dari Jawa tengah sebanyak 600 ton.

"Jika dilihat dari negara yang sering menerima ekport yakni dari negara singapura. Mereka melalukan permintaan ekspor yang banyak. Terhitung ada 137 kali ekspor perikanan ke singapura," katanya

Ia menyebutkan dari keseluruhan komoditi yang dikirimkan, komoditi yang paling banyak jumlahnya dikirim yakni Surimi (olahan daging ikan), cangkang kerang, daging rajungan, tepung ikan dan cumi-cumi. Seperti diketahui bahwa semua produk itu menjadi primadona pasar internasional.

" Ekspor Surimi di Bulan Agustus 2020 menyentuh 912 ton, cangkang kerang 740 ton, Daging rajungan sebanyak 284 ton, Tepung Ikan 255 ton serta cumi-cumi sebanyak 218 ton. Semua mengalami peningkatan volume ekspor dari bulan lalu kecuali daging rajungan saja yang menunjukkan penurunan volume 27,6%," katanya.

Ia menambahkan meskipun saat ini pandemi Covid-19 membuat segala kegiatan sosial dan perekonomian menjadi serba terbatas, namun kegiatan ekspor perikanan terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari tingginya minat pasar mancanegara akan produk perikanan terlihat dari peningkatan baik volume, frekuensi maupun nilai ekspor produk perikanan asal Jawa Tengah.

"Kami berharap ekspor produk perikanan dapat mampu menjadi solusi peningkatan perekonomian di tengah pandemi. Setidaknya mampu menggerakkan roda perekonomian dari tingkat nelayan hingga pengusaha, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan Indonesia," pungkasnya.  (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved