Breaking News:

Berita Kudus

Selama Pandemi Covid-19 Kasus HIV Melonjak 43 Persen di Kudus, Homoseksual Ikut Berperan

Dia mencatat, kenaikan kasus baru itu dipicu juga karena meningkatnya tren homo seksual pada rentang usia 18-19 tahun

thinkstock/vchal via Kompas.com
Ilustrasi HIV/AIDS 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Jumlah kasus Orang Dengan HIV Aids (ODHA) baru di Kabupaten Kudus mengalami tren peningkatan hingga 43 persen pada masa pandemi ini.

Manajer Kasus HIV Kabupaten Kudus,‎ Eni Mardiyanti‎ mengatakan, jika semester I 2019 kasus baru ODHA hanya mencapai sekitar 60 orang.

Sedangkan pada semester I 2020 mengalami peningkatan 43 persen menjadi 86 kasus baru yang telah terdeteksi.

Kurang Minum Air dan Tak Pernah Sarapan, Dokter Kaget Temukan Ini di Tubuh Seorang Wanita

Akan Mendampingi Gibran Putra Presiden di Pilkada Solo, Ini Daftar Kekayaan Teguh di Situs LHKPN KPK

Versi Indah, Cerita Penusukan di Kota Pekalongan: Pelaku Bawa Pisau Sambil Membabi Buta

Update Virus Corona Kota Semarang Selasa 15 September 2020, Ada Penambahan Kasus di Krobokan

"Trennya in‎i meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu," jelas dia, Selasa (15/9/2020).

Dia mencatat, kenaikan kasus baru itu dipicu juga karena meningkatnya tren homo seksual pada rentang usia 18-19 tahun.

‎"Dari data sampai semester I ini, hubungan seks sesama jenis ini berkontribusi 7 persen. Sisanya tertular karena hubungan seks dengan lawan jenis," ujar dia.

Dia‎ memperkirakan, hingga akhir tahun 2020 kontribusi penularan HIV Aids melalui hubungan sesama jenis bisa meningkat sampai 20 persen.

"Tahun lalu hubungan sesama jenis ini berkontribusi 16 persen terhadap penambahan jumlah kasus baru. Tahun ini diperkir‎akan akan melebihi," jelas dia.

‎Menurutnya, penambahan kasus baru tersebut mencatatkan peningkatan jumlah kasus ODHA di Kabupaten Kudus yang saat ini telah mencapai 1.200 orang.

Sekitar 10 persennya merupakan warga masyarakat yang berasal dari luar Kabupaten Kudus.

"Karena mereka ada yang rujukan dari luar Kudus, untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya di RSUD Dr. Loekmonohadi," jelasnya.

Beruntung, kata dia, selama pandemi ini tidak ada ODHA yang diketahui meninggal karena virus corona.

Pasalnya banyak ODHA yang sudah memahami penggunaan masker untuk menhindari tubuhnya tertular virus dari luar.

"Karena imun tubuhnya lemah, maka mereka sendiri banyak yang sudah menyadari pentingnya menjaga kesehatan tubuh," ujarnya. (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved