Breaking News:

Berita Pati

Bupati Pati Haryanto Tanggapi Kritik Fraksi PDIP terkait Pelayanan Tiga BUMD

Menurut Dimas, di lapangan pihaknya masih menemukan banyak keluhan dari pelanggan BUMD

TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto memberikan tanggapan atas pandangan umum fraksi terkait tiga rancangan peraturan daerah (Raperda), Rabu (16/9/2020).

Tiga Raperda tersebut ialah tentang penyertaan modal ke tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA), dan pengelolaan keuangan daerah.

Sebelumnya, terkait Raperda pertama, yakni mengenai penyertaan modal ke tiga BUMD, Fraksi PDIP memberikan catatan khusus bagi Pemkab Pati.

Untuk diketahui, dalam Raperda tersebut, Pemkab Pati berencana menambah penyertaan modal ke Bank Jateng, BPR Bank Daerah Pati, dan Perumda Air Minum Tirta Bening. Tambahan suntikan modal tersebut akan diberikan melalui APBD 2021.

Fraksi PDIP melalui juru bicaranya, Dimas Thole Danu Tirto, mengatakan bahwa ketiga BUMD tersebut, dengan sokongan modal dari APBD, mestinya bisa meningkatkan kinerja serta melakukan berbagai inovasi dan terobosan sebagaimana perusahaan swasta.

"Sehingga tidak membebani APBD terus-menerus," ucap dia di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pati, Selasa (15/9/2020).

Menurut Dimas, di lapangan pihaknya masih menemukan banyak keluhan dari pelanggan BUMD.

"Misalnya Bank Jateng, kenapa pelayanannya terlalu lamban sehingga nasabah harus antre berjam-jam," kata dia.

Kemudian, ucap Dimas, masyarakat juga banyak mengeluhkan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Bening.

Menurutnya, ketika pelanggan terlambat membayar tagihan akan dikenai denda maupun pemutusan saluran. Namun, ketika air macet atau keruh, pelanggan tidak bisa menuntut.

Halaman
12
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved