Breaking News:

Pendidikan

FMIPA Unnes Ajak Warga Cegah Covid-19 dengan Bikin Sabun Cuci Tangan Sendiri

Tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes gelar pelatihan pembuatan sabun cuci tangan.

TRIBUN JATENG
PELATIHAN - Sejumlah peserta mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci tangan yang digelar FMIPA Unnes di Kelurahan Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes gelar pelatihan pembuatan sabun cuci tangan beberapa waktu lalu.
Pelatihan tersebut digelar di Kelurahan Jatirejo, Gunungpati, Kota Semarang, dengan mendatangkandosen dan teknisi laboratorium yang kompeten di bidangnya.
Tujuan pelatihan itu untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, sebagai antisipasi penularan Covid-19.
Selain itu, pelatihan digelar guna memberikan keterampilan ke masyarakat dalam membuat sabun cuci tangan.Pelatihan itu diikuti oleh warga sekitar dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Menurut Miranita Khusniati, Dosen FMIPA Unnes yang menjadi pemateri dalam pelatihan, pelatihan dirasa penting mengingat penyebaran Covid-19 yang semakin cepat di Kota Semarang.
"Oleh sebab itu, tindakan pencegahan terhadap jenis penyakit menular tersebut wajib dilakukan secepat mungkin. Satu di antaranyadengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir," paparnya, Rabu (16/09/09).
Dilanjutkannya, sabun lebih efektif dari pada cairan pembersih tangan karena dapat menghilangkan bakteri dan virus yang ada di permukaan kulit.
"Hal itu juga pernah dijelaskan profesor kimia dari University of New South Wales, Sydney, Pall Thordarson, dalam artikel di The Guardian, beberapa waktu lalu," katanya.
Ia menjelaskan, sejak merebaknya wabah Covid-19, harga sabun cuci tangan mengalami kenaikan sangat signifikan, bahkan sampai sulit dicari.
"Untuk itu perlu dilakukan pelatihan pembuatan sabun cuci tangan, termasuk di dalamnya penyuluhan pentingnya cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama di zona merah seperti Kota Semarang," ucapnya.
Adapun Lurah Jatirejo, Bambang Haryanto, menambahkan, pelatihan dan edukasi kesehatan sangat dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19.
"Pelatihan seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh warga, apalagi di tengah dengan merebaknya wabah covid-19. Semoga warga bisa mendapatkan hal positif dari pelatihan yanh digelar," tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved