Breaking News:

Berita Kudus

Pabrik Tahu Pasuruhan Kidul Ditutup Sementara, Pengusaha Rugi Rp 42 Juta per Hari‎

Pemilik pabrik tahu, Zuchron (61) mengatakan, harus merugi hingga Rp 42 juta setiap harinya karena tidak bisa berproduksi.

Tribun Jateng/ Raka F Pujangga
Koordinator aksi, Mintarno mengeluhkan limbah pabrik tahu yang ada di lingkungan RT 6 RW 2 dan RT 3 RW 1‎, Pasuruhan Kudul, dinilai telah melakukan pencemaran lingkungan. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Penutupan sementara pabrik tahu membuat pelaku usaha kecewa.

Pemilik pabrik tahu, Zuchron (61) mengatakan, harus merugi hingga Rp 42 juta setiap harinya karena tidak bisa berproduksi.

Kerugian itu ditaksir dari kapasitas produksinya sebanyak 300 kilogram dengan harga jual Rp 140 ribu per kilogram.

"Sehari saya biasanya memproduksi tahu sampai tiga kwintal."

"Kasihan tujuh pegawai saya yang harus bekerja untuk keluarganya," ujar dia, disela-sela audiensi, di Balai Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (16/9/2020).

‎Dia mengaku, tidak terima atas putusan yang dihasilkan di Balai Desa Pasuruhan Lor.

Pasalnya dia sudah memiliki izin operasional, hanya izin lingkungan yang belum ada.

Seharusnya, dia diberi kesempatan untuk dapat mengurus perizinan lingkungan dan membangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang memadai.

"Saya belum bisa menerima keputusan tadi yang mengharuskan penutupan pabrik sementara," ujar dia.

Dia sudah berusaha untuk berkoordinasi dengan warga masyarakat sekitar mengenai keberadaan pabrik tahu di sana.

Halaman
12
Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved