Breaking News:

Pelaku Usaha Desak Langkah Konkret Pemerintah Pacu Industri Berbasis Teknologi

Pelaku usaha di Indonesia sebetulnya memiliki kemampuan mengembangkan produk teknologi tinggi.

IST
ilustrasi - industri ban karet di Tangerang, PT Gajah Tunggal Tbk 

JAKARTA, TRIBUN - Keinginan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, agar pelaku UMKM mengembangkan produk-produk berbasis teknologi mendapat respon positif.

Namun, pelaku usaha meminta langkah konkret pemerintah, termasuk menyediakan anggaran riset dan insentif untuk pengembangan teknologi dan produk.

Ketua Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Ikhsan Ingratubun mengatakan, pelaku usaha di Indonesia sebetulnya memiliki kemampuan mengembangkan produk teknologi tinggi.

Tetapi, menurut dia, diperlukan dukungan pemerintah untuk sejumlah hal, pertama mengenai jaminan ketersediaan pasar, kedua dukungan anggaran pada saat dalam proses pengembangan produk.

Dukungan pemerintah berupa insentif, baik perpajakan maupun insentif fiskal lain bagi masing-masing pelaku usaha yang mengembangkan produk berbasis teknologi tinggi diperlukan untuk membuat mereka menghasilkan produk yang berkualitas dan kompetitif.

"Alokasi anggaran dan insentif ini penting untuk menggairahkan pelaku usaha dalam product development," ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (15/9).

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani juga mendukung industri nasional berbasiskan teknologi. Sebab, di masa mendatang industri harus memiliki nilai tambah yang baik agar bisa bertahan di pasar.

“Nilai tambah terbesar ada pada industri berbasis riset, inovasi, dan teknologi yang dikomersialkan sesuai dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Jika Indonesia ingin menjadi negara maju dalam 20 tahun ke depan, Shinta menyatakan, mendorong realisasi investasi di industri berbasis riset dan teknologi (ristek) sangat penting untuk dimulai dari sekarang.

Meski demikian, dia menambahkan, ada banyak kendala yang perlu diselesaikan untuk mengembangkan industri berbasis ristek di Indonesia. Mulai dari kendala SDM, keterbatasan modal, dan tidak adanya industrial environment yang cukup kondusif untuk pengembangannya.

Halaman
12
Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved